BERBISNIS

Frozen Food – Alternatif Peluang Bisnis di Masa Pandemi Covid-19

288Views
MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

Masa pandemi covid-19 bagi kebanyakan orang adalah merupakan hamabatan atau tantangan,namun bagi seorang yang kreatif dan berjiwa bisnis, justru hal itu menjadi peluang. Berbagai peluang bisnis justru terlahir pada saat pandemi seperti sekarang ini.

Frozen Food dengan berbagai keunggulannya  saat ini menjadi alternatif peluang bisnis yang menggiurkan. Pasalnya, di tengah masa pandemi ini permintaan akan Frozen food atau makanan beku meningkat sangat signifikan.

Atas dasar itulah maka media online Jagatbisnis.com menggelar pelatihan melalui virtual bertajuk “Ayo…Menjadi Pebisnis Frozen Food”, dengan menggandeng praktisi dan institusi kuliner pertama, yakni Shinta, pengusaha kuliner MpekMoy, dan Executive Chef Aston Prioritas Simatupang, Djoko Hendrasto, pada Rabu (24/6/2020).

Pelatihan tersebut diharapkan bisa memberikan inspirasi bagi ibu rumah tangga yang memiliki kemampuan memasak, pekerja yang terkena pemangkasan gaji, maupun yang mengalami atau terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) agar tetap menghasilkan pendapatan melalui bisnis frozen food.

Menurut Shinta, salah satu pengusaha bisnis frozen food yang berbendera MpekMoy mengungkapkan bahwa  terkadang kita banyak mempunyai ide bisnis. “Namun kalau hanya ide saja tanpa dieksekusi maka tidak akan jalan. Jadi, kita harus berani untuk melakukannya. Mudah atau susah itu proses,” kata Shinta, saat memberikan paparan dan pengalaman bisnisnya pada acara pelatihan secara virtual bertajuk “Ayo…Menjadi Pebisnis Frozen Food”, Rabu (24/06/2020).

Lebih jauh Shinta mengungkapkan bahwa bisnis frozen food memang tidak mudah. Bahkan, ia sudah kerap kali jatuh bangun. Namun, kegagalan yang dialaminya merupakan ilmu bagaimana bisa belajar dari kegagalan yang lalu, sehingga ke depan tidak mengulanginya lagi.

“Saya berulang kali jatuh sering. Tetapi, saya bertekad bahwa apa yang saya lakukan ini juga bisa bermanfaat bagi banyak orang. Ya, saya bisa punya pegawai dan sebagainya. Untuk itu harus dimulai, harus dilakukan,” tuturnya menambahkan.

Keunggulan frozen food sendiri  menurut Shinta, bisa bertahan lama   hingga enam bulan. Namun selain harus memperhatikan cita rasanya yang lezat, juga harus  menperhatikan dalam proses pengolahan frozen baik mulai dari memasak hingga packaging  yang sesuai dan harus memperhatikan protokol kesehatan.

“Produk frozen bagus, bertahan cukup lama. Namun jika lebih dari enam bulan, teksturnya berubah, tapi untuk rasanya masih tetap sama, enggak berubah, masih enak,” ucap sang pemilik MpekMoy, yang memiliki ragam kuliner produk frozen seperti pempek, somay, pindang patin, pindang daging, tahu baso, dimsum, otak-otak, dan tekwan.

Sementara itu, Executive Chef Aston Prioritas Simatupang, Djoko Hendrasto, mengungkapkan bahwa bahwa saat ini merupakan peluang yang tepat bagaimana bisa memanfaatkan di tengah pandemi Covid-19 agar tetap produktif, sehingga bisa mendapatkan penghasilan yang menggiurkan.

“Jadi memang justru harus berpikir terbalik (pandemi Covid-19) menjadi peluang. Jika istri jago memasak, dari hoby itu bisa kita karyakan, sehingga bisa mendapatkan income,” ujar Chef saat acara pelatihan ”Jadi Pebisnis Frozen Food”  yang didukung Mandiri Taspen, Sharp, Coca Cola Amatil, Indofood, Frisian Flag, Ichitan, dan Evermos tersebut.

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: