Inspirasi

Gerai Sehat Rorotan PTTEP-Dompet Dhuafa Gelar Ajang Kompetisi Pejuang Kesehatan Indonesia ke-2

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

 

Ket. Foto (kiri-kanan )  :

Public Affairs and Relation PTTEP Irwan Mardelis , Juara 1  Iin Rosita, Amd.Keb,  Juara 2 Ainna Fisabila, dan Juara 3 Dr. Suryanih

 

Minimnya pengetahuan akan kemudahan akses layanan kesehatan membuat sebagian masyarakat tidak mendapatkan akses layanan kesehatan yang optimal. Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018 terkait pengetahuan masyarakat Indonesia akan kemudahan akses ke rumah sakit menunjukkan sebanyak 36,9% menyatakan sulit dan 37,1% menyatakan mudah.

Perbandingan rasio pengetahuan yang sangat tipis antara sulit dan mudah merupakan gap yang harus diminimalkan. Untuk itu, pemerintah memerlukan peran sector swasta atau komunitas untuk mengatasi gap pengetahuan akan akses layanan kesehatan.

Atas dasar latar belakang itulah, Gerai Sehat Rorotan PTTEP-Dompet Dhuafa kembali  selenggarakan ajang kompetisi pejuang kesehatan Indonesia angkatan ke-2 untuk  mencari masyarakat yang peduli akan kesehatan.

Pejuang Kesehatan Indonesia merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi untuk tenaga kesehatan baik individu ataupun kelompok yang berkontribusi aktif membantu masyarakat untuk mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak melalui program kesehatan yang berkualitas dan inovatif.

Ajang kompetisi Pejuang Kesehatan Indonesia angkatan ke-2 merupakan rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-3 Gerai Sehat Rorotan.  Kali ini Gerai Sehat Rorotan PTTEP-Dompet Dhuafa yang  merupakan klinik kesehatan gratis bagi dhuafa, bekerjasama dengan BEM Fakultas Kedokteran Universitas Padjajadan yang juga menyelenggarakan kegiatan megabaksos di waktu yang bersamaan.

Pejuang Kesehatan Indonesia angkatan ke-2 telah diikuti oleh 128 peserta yang mendaftar  yang berasal dari  seluruh Indonesia.  Ajang kompetisi tersebut  akhirnya memilih 3 orang peserta sebagai pemenang yang akan mendapat dana bantuan program.

Mneurut Public Affairs and Relation PTTEP Irwan Mardelis,  para peserta yang mengikuti kompetisi tersebut berasal dari seluruh wilayah di Indonesia, dan  yang paling jauh yakni berasal dari Maluku Utara. “Pemilihan pemenang pada kompetisi ini cukup ketat dikarenakan ada beberapa tahapan yang harus dilalui peserta antara lain seleksi nasional profil program oleh tim dokter Gerai Sehat Rorotan, wawancara dan presentasi program, ” ujar Irwan di Bandung, Minggu ( 02/12/2018).

Irwan menambahkan, para pejuang kesehatan yang terpilih merupakan mereka yang memang telah terbukti mampu memberikan kontribusi yang signifikan dan nyata di masyarakat. Hal ini dikarenakan banyak kriteria yang harus mereka penuhi untuk dapat terpilih salah satunya yakni durasi program yang dijalankan harus lebih dari 2 tahun.

Ajang Pejuang Kesehatan Indonesia angkatan ke-2 , akhirnya  menghasilkan para  pemenang sebagai berikut  :  Pemenang Pertama Iin Rosita,  Pemenang ke-2  Ainna Fisabila dan Pemenang ke -3 Dr. Suryanih.

”Pejuang kesehatan yang terpilih memiliki program yang berkualitas, menginspirasi,  kontributif dan inovatif, ”  ungkap Irwan menjelaskan.

Salah satu sosok peserta pejuang kesehatan yang terpilih pada ajang tersebut adalah Iin Rosita, pejuang kesehatan dengan program Health Cadres Center (HCC) yang berasal dari jawa Timur.

“Tingginya angka kematian bayi di Kec. Bendo, Magetan, Jawa Timur membuat saya berinisiatif untuk membentuk sekolah kader kesehatan (HCC). Kader kesehatan inilah yang kemudian berperan untuk membantu bidan dalam mengurus segala hal terkait persalinan warga. ” ujar  Iin Rosita saat memberikan sambutannya seusai menerima penghargaan tersebut di Bandung, Minggu ( 02/12/2018).

Iin menjelaskan HCC terbukti mampu menekan angka kematian bayi. Tercatat dari sebanyak 15 kasus kematian bayi pertahun dapat ditekan menjadi 2 kasus. Sampai dengan tahun 2017 tercatat sebanyak 280 orang yang menjadi kader kesehatan HCC.

Melalui program tersebut, Iin Rosita berharap lebih banyak masyarakat terutama para pemuda yang terinspirasi dan bersama sama bergerak untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses pelayanan kesehatan.

 

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas