Majalah Eksekutif

Deklarasi Gerakan Restorasi PWI DKI Jakarta

Jelang Pemilihan Ketua PWI Jaya 26 April 2019

Jurnalis senior Toto Irianto dan James Tobing bersama tim sukses, berkomitmen urus yang terbaik organisasi PWI Jaya.

Semangat Menjadikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sebagai Organisasi Profesional & Bermartabat

EKSEKUTIF.id — Gerakan Perubahan/Restorasi PWI DKI Jakarta dideklarasikan wartawan pendukung tOir, Selasa siang (16/4), di kawasan Jl. Agus Salim, Japus. Tujuannya untuk menjadikan organisasi sebagai kebanggaan anggota dan tumpuan publik.

“Saatnya pengurus PWI DKI Jakarta untuk direstorasi,” tegas Nauli Silitonga, Tim Sukses Toto Irianto (tOir) menjadi Ketua PWI DKI Jakarta, “Proses konferprov yang disusun dan akan diselenggarakan pengurus PWI DKI Jakarta bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi.”

Dalam rilis yang diterima majalah eksekutif disebutkan, bahwa konferensi tingkat provinsi (konferprov) adalah amanat peraturan dasar peraturan rumah tangga (PDPRT).

Untuk itu, gerakan restorasi PWI Jaya menekankan pentingnya organisasi dalam penyelenggaraan pemilihan kepengurusan untuk periode 5 tahun ke depan, dengan benar.

Tim dari gerakan perubahan/restorasi PWI mencatat, dalam tahapan pelaksanaannya ternyata, ada indikasi untuk memenangkan calon tertentu. Person kepanitiaan didominasi pendukung calon tertentu.

“Tidak bisa netral. Ini yang harus dibatalkan dan dibuat kepanitiaan konferprov yang kredibel,” tegas Nauli dalam pernyataan persnya.

“Semua anggota yang berhak memilih sampai sekarang tidak diumumkan dan diberi tahu langsung kepada yang bersangkutan. Namun, sejumlah oknum panitia pemilihan bergerilya menggalang dukungan guna memenangkan calon pengurus dari kelompoknya,” masih menurut Nauli.

Disebutkan dalam pernyataan luas dan tersebar ke media online dan cetak, Nauli menyebut, indikasi semacam ini tidak bagus. Bisa disebut, merusak tujuan organisasi. Padahal, menjadi pengurus organisasi profesi itu adalah pengabdian.

“Berorentasi pada perwujudan nilai-nilai mulia atau hope, bukan sebagai job atau pekerjaan,” tegas Nauli.

Masih menurut Nauli, diperlukan langkah Gerakan Perubahan atau Restorasi yaitu mengawal konferprov berlangsung sesuai dengan prinsip demokrasi. Menjamin kesamaan hak anggota untuk dipilih dan atau memilih sebagaimana tertuang dalam PDPRT.

“Kapan lagi, kalau bukan sekarang kita merestorasi organisasi,” kata Nauli, dengan penuh semangat. “Ini juga penting agar PWI DKI Jakarta ke depan kembali diminati banyak wartawan muda menjadi anggota.”

James Tobing, Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI DKI Jakarta menjelaskan, pihaknya sangat prihatin mencermati perkembangan agenda konferprov.

Ini berkait, ramai di kalangan medsos jurnalis soal surat penegasan sikap DKP tanggal 11 April 2019 berisi pesan kepanitiaan yang dibentuk Ketua PWI DKI Jakarta, Hj. Endang Werdiningsih agar dibatalkan.

Surat itu dengan tembusan Ketua Umum PWI Pusat dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat. Pasalnya, satu person pengurus PWI DKI Jakarta sudah resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua. Padahal yang bersangkutan juga bertindak sebagai unsur kepanitiaan di konferprov.

Dalam catatan, memang, duet Sayid Iskandarsyah dan Diapari Sibatangkayu sudah mendaftarkan diri sebagai calon ketua dan calon Dewan kehormatan PWI DKI Jakarta ke panitia Komferprov, di sekertariat PWI Jaya, Jakarta, Kamis, (10/3/2019).

Sayid Iskandar dalam hal ini akan maju sebagai calon ketua umum PWI Jaya, sedangkan Sibatangkayu maju sebagai Ketua Dewan Kehormatan Provinsi, untuk masa bakti 2019-2024.

Pendaftaran tersebut diterima langsung oleh ketua panitia konferprov PWI DKI Jakarta, H. Benny AB, Wakil Ketua Irmanto, Iqbal Irsyad, dan Berman Nainggolan.

Pendaftaran Sayid dan Sibatangkayu tersebut didampingi ketua TIM pemenangan wartawan senior TB Adhi, dan para pendukungnya. Dalam pendaftaran tersebut calon Ketua menyerahkan program kerja untuk lima tahun ke depannya dan persyaratan lainnya.

Pendaftaran calon ketua tersebut, sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti pemilihan Ketua PWI DKI, yang akan diselenggarakan di Balai Kota DKI Jakarta pada tanggal 26 April mendatang. Pendaftaran calon ketua PWI sendiri, dibuka hingga tanggal 22 April 2019.

Intinya terjadi dinamika. Seru.

Begitulah, semangat untuk menjadikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai organisasi profesional dan bermartabat di era transformasi lanskap media dengan spirit kebangsaan, kebebasan, dan kreativitas digital, terasa di ibu kota ini.

baca juga: majalah eksekutif edisi cetak — klik ini —

duet-sayid-dan-sibatangkayu-daftar-pencalonan-ke-panitia-konferprov-pwi-jaya.
Gerakan Perubahan/Restorasi PWI DKI Jakarta dideklarasikan wartawan pendukung tOir, Selasa siang (16/4),

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas