Growth Mindset, Pemikiran Untuk Belajar Lagi

  • Whatsapp


JAKARTA – Sekian banyak perubahan yang terjadi akibat teknologi informasi dan beraninya masyarakat beradaptasi di lingkungan digital tersebut. Dalam proses transformasi ini ada hambatan terbesar yakni budaya dan perilaku.

Aidil Wicaksono, Managing Director Kaizen Room, sebuah lembaga pengembangan diri mengatakan, ternyata manusia terkadang takut untuk mencoba hal-hal. Lebih senang berada di zona nyaman enggan untuk mencoba sesuatu yang menantang lagi.

“Dalam transisi transformasi digital ini, bagaimana mau untuk berubah bagi semua generasi. Generasi Alfa dan generasi Z sedang menikmati segala kecanggihan teknologi. Kita yang hidup sebelumnya harus bisa masuk ke dalam kehidupan mereka harus bisa beradaptasi dengan teknologi baru,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (2/6/2021).

Dia menegaskan, orang yang bertahan adalah yang mampu menyesuaikan dan beradaptasi dengan lingkungan. Salah satu cara untuk dapat membuat budaya digital yang semakin positif di Indonesia ialah menggunakan atau kembangkan growth mindset.

“Growth mindset ialah pemikiran untuk mau belajar lagi, kalau jatuh itu bangun lkalau gagal coba lagi. Terus bertumbuh, terus berkembang. Melihat berbagai macam tantangan itu sebagai peluang munculnya kesulitan dan hambatan itu sebagai kesempatan. Dengan pemikiran ini kita akan lebih optimis di masa depan dan mampu beradaptasi dalam perubahan apapun,” jelas dosen yang juga seorang Podcaster ini.

Kebalikan dari pemikiran ini ialah fixed mindset yang menerima saja segala sesuatu dan tidak berusaha untuk berubah. Tidak mencoba hal baru karena takut akan konsekuen yang didapat. Misalnya, saat ada rekan kerja yang lebih unggul fixed mindset akan menerima begitu saja sadar bahwa oranglain lebih pintar dari dirinya. Sedangkan jika berpikir secara growth mindset, seseorang akan termotivasi bagaimana cara orang itu bisa seperti itu. Apa yang dilakukannya, termotivasi sehingga terus belajar, ingin tahu proses yang dijalani.

Dengan pemikiran growth juga akan membuat seseorang semakin sadar dan membuka mata bahwa perubahan cepat ini tidak menjamin lebih baik. Lebih realistis bahwa setiap ada perubahan itu tidak menjamin lebih baik atau buruk, tetapi tidak ada yang lebih baik lagi kalau kita ikut perubahan yang ada.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Cirebon Jawa Barat, Jumat (2/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara lain seperti Rendi Saeful Ajid (Kepala Bidang Humas Relawan TIK Cirebon), Afif Farhan rt)Wakil Redaktur Detiksport), Khemal Andreas (CEO NXG Indonesia), dan Natasha Gracia sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 18 kali dilihat,  18 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *