Gunakan Akal Sehat Sebelum Posting Konten

  • Whatsapp


Eksekutif.com – Kunci dalam menggunakan media sosial adalah ‘Think Before You Post’ baik di akun sendiri maupun akun orang lain. Dalam menerima informasi dan memberikan tanggapan pun harus dipikir terlebih dahulu. Selain itu bijaksana setiap melakukan kegiatan di media sosial.

Pada kasus yang pernah terjadi di media sosial, banyak di antaranya yang memberikan dampak negatif bagi individu maupun kelompok besar dalam platform tersebut. Dalam sesi ini, Chika Amalia, Public Figur Branding & Partnership akan membahas mengenai konten ejekan, konten pelecehan seksual, dan konten berisi informasi yang belum valid dalam grup chat.

“Kasus pertama ialah konten unsur ejekan yang terjadi pada platform Tiktok. Saat itu pengguna memasukkan foto dua public figure dan keduanya dibandingkan. Kesalahan pengguna ialah memposting foto tanpa izin ke media sosial untuk dijadikan konten. Konten ini memposting opini pribadi dengan mengejek orang lain. Akibat postingan ini, terdapat dua kelompok yang berkomentar dengan opini berbeda dan menyebabkan perseteruan hingga ke platform media sosial lain. Etika yang jelek pada pengguna yang membuat konten ini merembet dan menciptakan budaya yang buruk bagi dunia media sosial.,” penyampaian Chika saat menjadi pembicara di Webinar Literasi DIgital, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (19/7/2021).

Selanjutnya, konten pelecehan seksual di mana sebuah akun memberikan komentar berisi pelecehan seksual. Dengan sengaja, orang tersebut menggunakan akun palsu untuk menyebarkan komentar negatif. Pada kasus ketiga sering diterima, yaitu menyebarkan informasi yang belum valid. Oleh karena itu, sebagai pengguna harus mengecek terlebih dahulu sebelum menyebarkan konten.

“Literasi digital dan budaya konten merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya satu orang. Seperti pada public figur yang harus memberikan contoh etika yang baik agar tidak menimbulkan budaya yang jelek,”

Hal ini juga bisa diterapkan kita dalam bermedia digital. Pertama, memilih topik yang aman dan tidak memancing respon negatif, memilih foto yang baik untuk dilihat, dan harus memberikan kebijaksanaan dalam merespon sebuah konten.

Untuk bertindak dalam media sosial, hal yang harus kita lakukan yaitu memberikan respon sebuah materi konten dengan baik dalam kanal digital atau grup chat. Kedua, mencari validasi akan kebenaran sebuah materi konten. Ketiga, tidak memberikan komentar yang mengandung SARA dan bersifat provokatif. Prinsip untuk etis bermedia digital adalah kesadaran. Karena itu, sempatkan berpikir sebelum berinteraksi di dunia digital.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (19/7/2021) juga menghadirkan pembicara, Syarief Hidayatulloh (Digital Strategist Hello Monday Morning), Reza Hidayat (CEO OREMA FILMS), Mardiana R.L (Vice Principal in Kinderhouse Pre-School), dan Manda Utoyo.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 28 kali dilihat,  28 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *