Hati-Hati Jejak Digital Rawan Tindak Kejahatan

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Jejak digital merupakan jejak yang ditinggalkan akibat aktivitas online, dari media sosial, daftar akun di online shop hingga bermain game di internet. Jejak digital tersebut kadang tak disadari dibuat hingga mengungkap identitas pribadi seseorang yg bisa merugikan.

“Jejak digital ada yang sengaja kita unggah, seperti foto, video, dokumen, history penjelajahan internet, data akun pribadi, dan lainnya termasuk yang sudah dihapus,” ujar Andri Maulana, Team Smart School Guru Informatika saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I, pada Rabu (17/11/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, data tersebut bisa dimanfaatkan untuk hal yang merugikan bahkan tindak kejahatan. Beberapa kejadian yang pernah terjadi, misalnya sekolah dalam sebuah kegiatan mengunggah foto dengan fasilitas komputer di ruangannya yang secara tidak langsung menginformasikan aset sekolah. Kemudian orang yang biasa menginformasikan seluruh kegiatannya seperti liburan sekeluarga di media sosial bisa berujung pada tindak kejahatan pencurian karena ketahuan bahwa rumahnya sedang kosong.

Namun selain jejak digital yang sengaja diunggah, ada pula jejak digital yang ternyata dicari atau dipancing agar seseorang memberikannya. Hal tersebut merupakan jenis pencurian data di internet, contohnya scam dan phishing lewat sebuah link yang meminta seseorang untuk memasukan data pribadinya. Ada juga jenis pencurian yang lebih besar disebut hacking dan malware yang tujuannya sama, yaitu mengambil informasi data pribadi seseorang. Sebab itu, kehati-hatian dalam aktivitas berinternet harus menjadi perhatian sehingga membiasakan diri untuk melindungi data pribadi dan kerahasiaan.

Seberapa penting jejak digital bagi setiap orang? Andri menjelaskan jejak digital yang berasal dari aktivitas daring dapat dilacak dan digunakan pihak lain untuk menggambarkan profil, minat, komunitas atau kelompok sosial. Sehingga bisa digunakan oleh perusahaan sebagai target konsumen atau digunakan pihak lain untuk tindak kejahatan.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Irma Nawangwulan, Kepala Program Study Business & Management Gabriel’s Pre University, Aditya Nova, Ketua Jurusan Hotel & Pariwisata IULI, Adang Kusdiana, Principal of SMPN 1 Kuningan, dan Vivian Wijaya, seorang Content Creator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 15 kali dilihat,  15 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *