Hati-Hati, Kerusakan Otak yang Terjadi Saat Anak Ketergantungan Gadget

  • Whatsapp


JAKARTA,- Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi menyelenggarakan webinar Literasi Digital wilayah Jawa Barat I, Kabupaten Bekasi pada Kamis (10/6/2021). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendorong masyarakat agar menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.

Diketahui kecakapan dalam menggunakan internet dan media digital bukan hanya tentang penguasaan teknologinya saja. Namun bagaimana masyarakat mampu menggunakan media digital dengan penuh tanggung jawab.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat peluncuran Gerakan Nasional Literasi Digital mengungkapkan saat ini kejahatan di ruang digital semakin mengkhawatirkan. Selain itu ada bentuk kekerasan hingga ujaran kebencian dan radikalisme berbasis digital yang harus diwaspadai. “Tantangan di ruang digital semakin besar seperti adanya konten-konten negatif, kejahatan penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital,” ujar Presiden Joko Widodo

Di webinar kali ini hadir nara sumber salah satunya Diena Haryana, Pendiri Yayasan Semai Jiwa Amini yang kali ini berbagi isu parenting mengenai keamanan anak lewat pengasuhan di era digital. Di mana ada isu sosial seperti cyber crime, penyebaran berita hoax, perundungan, hingga bujukan dari orang tak dikenal kepada anak yang bisa saja terjadi di media sosial.

Hal itu ikut menjadi keresahan para orang tua yang anak-anaknya lebih sibuk dengan gawai atau gadget. Masyarakat Indonesia perlu mendapatkan literasi digital, terutama sejak dini anak-anak harus mendapat bimbingan dari orang tua terkait penggunaan gawai.

“Sebab bila anak mulai ketergantungan dengan Mulai terjadi sesuatu di otak mereka, misal karena ada konten pornografi, terjadi keaktifan hormon dopamine di situ rangsangan otak anak menjadi sangat aktif. Dopamine membuat kesenangan, apakah dari main games atau pornografi dampaknya kebanjiran dopamine jadi ketidakseimbangan hormonal,” ujar Diena.

Lebih berbahaya lagi saat adiksi gadget terjadi pada anak, sebab otak mereka masih bertumbuh padahal seharusnya baru matang pada usia 25 tahun. Kecanduan gadget ini menimbulkan terjadinya kerusakan di otak.

“Ada 5 bagian otak yang rusak saat anak kecanduan gadget, lebih banyak daripada kerusakan akibat narkoba yang hanya menimbulkan 3 bagian kerusakan otak,” sebut Diena.

Dari mana saja kecanduan gawai itu berasal? Diena menyebut salah satunya dari games yang ketika kebanyakan juga memiliki dampak buruk, karena tampilan suara, gambar warna warni, penuh dengan ekspresi, sangat memukau dan dampaknya dunia nyata menjadi lambat sekali. Hal itulah yang menyebabkan anal akan selalu tertarik dengan gadgetnya.

“ini sebabnya dipanggil orang tua nggak jawab, ada macam alasan anak,” tutur Diena lagix
Lebih jauh Diena mengatakan, dalam waktu yang panjang, kecanduan gadget ini juga bisa berpengaruh kepada kondisi kesehatan anak. Misalnya ada kasus anak tidak bisa berhenti berkedip. Sebabnya orang tua harus secara tegas mengatur penggunaan gadget pada anak. Selain itu orang tua harus memberlakukan zona benas gadget dimana tidak boleh ada penggunaan gadget secara pribadi yakni di kamar dan ruang makan.

Webinar Literasi Digital merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pada webinar kali ini hadir juga nara sumber lainnya seperti Eko Prasetya dari TIK Indonesia dan Boylagi seorang Penggiat Media Sosial.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 27 kali dilihat,  27 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *