BERBISNIS

IBEW 2019 Siap Gelar 4 Pameran Sekaligus pada September 2019

186Views

 

Ket. Foto ( dari kiri-ke kanan ) :

Bonny Agung Cahyono, Service Business Director, KONE Indonesia; Yandy Januar, Managing Director, KONE Indonesia; Louise Chua, Project Director, Reed Exhibitions Singapore; Iwan Prijanto, Ketua Umum, Green Building Council Indonesia; Suraj Rethnam, Regional Sales Manager, Tridium

 

IBEW ( International Built Environment Week ) 2019 yang merupakan ajang rantai nilai lingkungan binaan yang terintegrasi penuh pertama di Asia,  adalah merupakan platform ideal bagi para pemimpin industri dan profesional di bidang lingkungan binaan global untuk bertukar ide tentang kebijakan, inovasi, teknologi baru, serta tren terbaru yang membentuk masa depan industri konstruksi dan bangunan.

Platform all-in-one terbaru ini menggabungkan keberlanjutan, produktivitas, efisiensi energi, serta solusi dan inovasi kota pintar di industri bangunan dan konstruksi dari seluruh dunia.

IBEW 2019 yang akan digelar   di Marina Bay Sands Expo and Convention Centre di Singapura pada tanggal 3-6 September 2019 ini  akan menampilkan empat pameran besar di lokasi yang sama yang menghadirkan inovasi dan solusi industri terbaru, yaitu BEX Asia yang berfokus di ranah desain dan perencanaan terpadu, Innobuild (IB) Asia yang berfokus pada Konstruksi 4.0, Mostra Convegno Expocomfort (MCE) Asia yang menampilkan solusi hemat energi dan energi terbarukan, serta Smart Cities and Buildings (SCB) Asia yang menampilkan perkembangan terbaru dalam solusi perkotaan dan kota pintar.

Pameran  tersebut akan mengumpulkan lebih dari 550 merek dagang, termasuk perusahaan-perusahaan dari Indonesia, dan lebih dari 50 pemimpin industri yang akan memaparkan inovasi terbaru dan praktik terbaik di bidang mereka masing-masing. Lebih dari 12.000 delegasi bisnis diperkirakan akan bergabung di IBEW 2019 yang mengusung tema “Transforming the Way We Build”.

Menurut   Louise Chua, Project Director, Reed Exhibitions, dalam lanskap dinamis yang saling terkait saat ini, kita melihat garis yang kabur di berbagai disiplin ilmu yang menarik di sektor lingkungan binaan. IBEW 2019 menyatukan para pengembang, insinyur, arsitek, surveyor, perencana, manajer fasilitas, dan profesional bangunan lainnya untuk memfasilitasi inovasi, kolaborasi dan penciptaan bersama yang bertujuan untuk memajukan industri bangunan dan konstruksi.

“Para pengunjung empat pameran khusus kami akan dapat mempelajari bahan-bahan bangunan baru; solusi berkelanjutan dan energi terbarukan; teknologi yang akan meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya; serta sistem cerdas untuk meningkatkan pengalaman pemilik dan penghuni bangunan,” ujar Louise Chua, saat acara Media Roundtable IBEW 2019 di Jakarta  ( 31/07/2019).

Acara tersebut  dihadiri oleh Bonny Agung Cahyono ( Service Business Director, KONE Indonesia ) ; Yandy Januar, (Managing Director, KONE Indonesia ) ,  Louise Chua (  Project Director, Reed Exhibitions Singapore ); Suraj Rethnam (  Regional Sales Manager, Tridium ) dan  Iwan Prijanto (  Ketua Umum, Green Building Council Indonesia ).

IBEW 2019  jelas  Louise , bertujuan untuk menampilkan serangkaian produk dan solusi inovatif untuk memenuhi setiap kebutuhan di seluruh rantai nilai lingkungan binaan. Teknologi tetap menjadi inti dari inovasi untuk sektor bangunan, dengan meningkatnya adopsi kecerdasan buatan, drone, augmented reality, pencetakan 3D dan Building Information Modeling (BIM) yang mendorong peningkatan eksponensial dalam hal produktivitas dan efisiensi. Industri ini juga terus berupaya untuk meningkatkan profil keberlanjutannya, melalui inovasi seperti bahan bangunan baru dan metode, serta praktik untuk mengurangi pemborosan konstruksi.

Pada kesempatan yang sama, Iwan Prijanto (  Ketua Umum, Green Building Council Indonesia ), mengungkapkan bahwa penerapan konsep green building harus dilakukan sedini mungkin. Artinya menurut menurut Iwan, penerapan green building harus dimulai sejak mulai dari konsep perencanaan yang melibatkan berbagai unsur atau pihak yang akan terlibat dalam proses pembangunan dan para pengguna gedung tersebut.

“Penerapan konsep green building harus dipahami secara utuh dan menyeluruh sebagai satu kesatuan sistem, tidak bisa diartikan dan dilakukan secara parsial,’ jelas Iwan pada kesempatan yang sama.

IBEW 2019  yang   diselenggarakan oleh Building and Construction Authority (BCA)  Singapura ini juga akan menghadirkan seminar-seminar gratis dan menarik yang diadakan selama pameran, di antaranya:

  • Green View, yang menyoroti tren dan inovasi teknologi terbaru dalam desain fasad hijau dan arsitektur bangunan.
  • Energy Xchange, yang menyoroti perkembangan terbaru dalam teknologi baru yang memaksimalkan efisiensi energi pada bangunan termasuk mengoptimalkan air, penerangan dan sistem manajemen listrik, sekaligus mengurangi biaya operasional.
  • Digital Rally, di mana peserta akan mendapatkan informasi terkini tentang kemajuan terbaru di bidang gedung-gedung dan kota-kota cerdas termasuk bagaimana teknologi terbaru seperti IoT, AI dan VR dapat membantu meningkatkan efisiensi bangunan.

Selain kegiatan di empat pameran dan seminar tersebut, IBEW 2019 akan dipenuhi dengan banyak aktivitas lainnya bagi para pengunjung, termasuk platform business-matching internasional yang dinamis untuk para pembeli dan investor, serta tur-tur situs yang dikuratori, di mana para delegasi dapat melihat beberapa proyek terbaik di kelasnya di Singapura.

Peserta IBEW juga dapat mendaftar untuk mengikuti konferensi selama 3 hari bertajuk International Built Environment Conference (IBEC), di mana para pemimpin industri dan pemimpin pemikiran akan memaparkan inovasi terbaru, praktik terbaik, dan ideologi yang akan membentuk seluruh siklus hidup lingkungan binaan.

 

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: