Individualisme, Jadi Dampak Perubahan Interaksi Sosial di Tengah Digitalisasi

  • Whatsapp


JAKARTA,- Kondisi pandemi telah mengubah interaksi sosial di masyarakat. Dengan bantuan teknologi segala sesuatunya memudahkan kehidupan, namun di balik itu terdapat perubahan gaya hidup yang membuat masyarakat menjadi individualis.

“Dampak dari Digitalisasi, tumbuhnya orang-orang berego tinggi, orang yang lebih mengutamakan dirinya sendiri ketimbang orang lain,” ujar Syarifudin Yunus, Kepala Program TBM Lentera Pustaka saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, Jum’at (25/6/2021).

Dia mengungkapkan, digitalisasi telah membuat perubahan kehidupan sosial yang tidak lagi dibangun berdasarkan kolektivitas tapi dibangun berdasarkan egoisme dan individualisme. Konsekuensinya interaksi yang bersifat tatap muka akan semakin tersingkirkan.

Hal tersebut menjadi sinyal kehati-hatian bahwa digital telah menjadi gaya hidup. Padahal interaksi bersifat tatap muka harus tetap dipelihara sehingga tidak tersingkir dan agar menjadi lawan tanding dari egoisme, individualisme yang muncul akibat digital.

Peran-peran digital yang harus dikedepankan dibangun ke depan adalah kegotongroyongan, humanis, bukan egoisme dan individualis. Ketika digital harus dihadapkan pada interaksi sosial akan kembali kepada pengguna membawanya ke arah positif atau negatif.

“Dalam menggunakan digital hanya satu kata yang dibutuhkan yaitu literasi yang diartikan sebagai kemampuan memahami realitas,” katanya lagi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar Klemes Rahardja Founder The Enterpreneur Society, Said Hasibuan Sekjen Relawan TIK Indonesia, dan Elly Nurul Founder Kumpulan Emak Blogger.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 17 kali dilihat,  17 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *