Interaksi Sosial di Internet Pengaruhi Kesehatan Mental

  • Whatsapp


JAKARTA,– Survei WHO mengungkapkan selama pandemi Covid-19, bulan Juni hingga Agustus 2020 sebanyak 60% orang yang tersebar di 130 negara mengalami permasalahan kesehatan mental. Di Indonesia sendiri usia 30-39 tahun mengalami kecemasan terbanyak yakni sekitar 76% akibat pandemi dan ekosistem digital yang tidak sehat.

Dila Karinta, Enterprise Consultant at Digital Economy Coorporation, pada webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, Jumat (18/6/2021) mengungkapkan literasi digital perlu diterapkan saat menggunakan sosial media, salah satunya untuk menghindari gangguan kesehatan mental dan dampak negatif internet.

Saat ini jumlah pengguna internet aktif di Indonesia terus bertambah, bahkan Indonesia merupakan pengguna internet nomor 4 terbesar di dunia. Pengguna aktifnya 170 juta orang, sebagian besar mengaksesnya melaui ponsel pintar dan sebanyak 51% digunakan untuk media sosial.

“Itulah kenapa yang diambil kebanyakan literasi digital yang baik perlu diaplikasikan di media sosial,” kata Dila.

Dila mengungkapkan selain menambah wawasan, terhibur, bila internet digunakan dengan positif bisa jadi promosi bisnis dan turisme. Ruang digital sehat juga bisa membuat seseorang mendapat pekerjaan profesional sehingga bisa membuat seseorang bangga dan bahagia.

Namun yang terjadi saat ini justru ekosistem internet yang tidak sehat seperti cyber-bullying, sebar berita hoax, iklan palsu, provokasi, berita kekerasan, hingga pelecehan sexual online yang meningkat di masa pandemi. Semua itu memberikan suasana ruang digital yang dipenuhi dengan kecemasan, emosi, serta amarah yang memunculkan depresi hingga ingin bunuh diri.

“Netizen harus membiasakan internetan sehat yang bisa dimulai dengan double check fakta berita, tulis sumber daat mereferensikan sesuatu, membayangkan perasaan pihak yang menerima komentar, dan mengingat dampak dunia maya di dunia nyata, serta harus memastikan pesan yang disampaikan bermanfaat,” ujar Dila lagi.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Dee Rahma seorang Content Marketing Specialist, Kalis Mardiasih seorang Aktivis Gender Equality, dan Eko Juniarto Co-Founder Mafindo . Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *