Internet Jadi Sarana Promosi Budaya

  • Whatsapp


JAKARTA,– Kebudayaan merupakan seluruh pola perilaku dan bagaimana sebuah bangsa mengatur pola perilaku itu yang bisa tercermin dalam lambang kesenian misalnya tari yang bersifat keindahan, termasuk bahasa, dan tradisi, bahkan benda-benda kebudayaan.

“Indonesia merupakan bangsa yang sangat bangga dengan budayanya dan memiliki etnolinguistik paling banyak di dunia. Namun di era digital saat ini kesadaran akan budaya bangsa sendiri semakin menipis sebab kurangnya pemahaman literasi budaya yang kurang,” kata Clara Tobing, Kaprodi FH UBJ saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, Selasa (6/7/2021).

Dia mengatakan, literasi kecintaan terhadap budaya kini semakin menipis salah satunya karena kurangnya kesadaran berpartisipasi dalam acara kebudayaan. Selain itu ada pengaruh internalisasi nilai budaya kesejarahan yang kurang dari keluarga, terbatasnya ruang ekspresi berbudaya. Generasi yang kurang paham budaya ini merupakan akibat kurang pengajaran mengenai budaya.

“Teknologi informasi yang ada saat ini kurang dimanfaatkan untuk mempromosikan budaya kita,” ujar Clara.

Dia pun mengungkapkan, digital teknologi yang ada saat ini seharusnya menjadi cara untuk mengenalkan budaya, apalagi sering kali terjadi budaya Indonesia yang akhirnya diklaim negara lain.

Misalnya dengan penjualan barang-barang bersifat budaya melalui marketplace yang sempat dilakukan Tokopedia, di mana ada kegiatan UKM pasar budaya yang menjual produk lokal bisa berupa makanan lokal hingga barang yang bersifat budaya.

“Di era pandemi yang membatasi pariwisata saat ini. Sebenarnya tetap bisa dilakukan pertunjukan pekan kebudayaan daring, jadi daripada mati total, mengalihkan ke era teknologi dengan melakukan live streaming melalui internet,” Tutur Clara lagi.

Masih banyak cara mengenalkan dan melestarikan budaya Indonesia melalui teknologi. Misalnya dengan penggunaan aplikasi pengenalan budaya. Tiap daerah di Indonesia seharusnya bisa memanfaatkannya sebagai sarana informasi yang diperkenalkan kepada generasi masa kini yang masih kurang dalam literasi budaya negeri sendiri.

Webinar Literasi Digital di Jawa Barat I, Kota Bekasi merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Webinar kali ini juga mengundang nara sumber seperti Hellen Citra Dewi Psikolog & Senior Trainer SEJIWA, Andry Hamida Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning, dan Taufik Hidayat Kepala UPT TI & Dosen Fakultas Teknik Universitas Islam Syekh Yusuf.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *