BERBISNIS

IRSA 2019 Angkat Tema Smart Mobility dan Smart Living

"Sharing Session" IRSA 2019 Angkat Tema Smart Mobility dan Smart Living yang berlangsung (23/10), di Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta.
43Views

EKSEKUTIF.id- Ajang penghargaan tahunan untuk kota dan kabupaten terbaik dalam hal penerapan tata kelola keselamatan jalan (Indonesia Road Safety Award IRSA) kembali digelar yang tahun ini memasuki tahun ketujuh. Antusias peserta makin tinggi, tercatat ada 180 kota dan kabupaten ikut andil dalam kegiatan ini, di mana sebanyak 23 lolos sebagai finalis IRSA 2019.

“Kami bersyukur karena sejak pertama kali kegiatan ini diadakan, respons peserta cukup bagus dengan jumlah yang juga terus meningkat. Kami memandang perlunya sebuah forum atau wadah untuk mempertemukan finalis untuk saling menginformasikan program-program yang dilakukan sesuai prioritas masing-masing daerah dalam forum sharing session ini. Dengan cara ini, para finalis diharapkan dapat menularkan semangat positif dan terus berkarya menciptakan program dan kebijakan inovatif untuk keselamatan jalan yang diharapkan dapat menekan angka kecelakaan dan fatalitasnya,” ungkap Julian Noor Chief Executive Officer Adira Insurance, (23/10), di Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta.

Dijelaskan, IRSA merupakan rangkaian dari program corporate social responsibility (CSR) Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) yang bertajuk kampanye “I Wanna Get Home Safely!”. Terutama untuk menurunkan angka kecelakaan di Indonesia serta terus berupaya mengajak seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintahan, pihak lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, dan berbagai pihak lainnya untuk terus peduli terhadap keselamatan jalan.

Saat ini, IRSA 2019 tengah memasuki tahap “Sharing Session” yang merupakan forum bagi para peserta dan stakeholder Pemerintah Daerah, untuk saling berbagi pengalaman dalam hal program, penyusunan kebijakan terkait upaya menekan angka kecelakaan dan fatalitasnya. Kegiatan sharing session diadakan (23/10) di Gedung Kementerian PPN/Bappenas dalam forum diskusi dengan mengangkat tema “Konsep Smart City Pada Perspektif Keselamatan Jalan yang Berfokus pada Penerapan Smart Mobility dan Smart Living”.

Adapun kota dan kabupaten yang berhasil lolos menjadi finalis IRSA 2019. Pertama, Kategori kota dengan kepadatan penduduk tinggi (Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bukittinggi. Kota Magelang). Kedua, kategori kota dengan kepadatan penduduk rendah (Kota Banjarbaru, Kota Padang Panjang, Kota Balikpapan, Kota Probolinggo). Ketiga kategori kabupaten dengan kepadatan penduduk tinggi (Kabupaten Kuningan, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Jepara). Keempat, kategori kabupaten dengan kepadatan penduduk rendah (Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Landak), Kelima kategori Ibu kota Provinsi (Banjarmasin, Samarinda, Bandung, Yogyakarta). Kategori Excellent City (Kota Tangerang, Kota Semarang, Kota Bangka).

Melibatkan Lima Pilar

Proses penjurian dilakukan dengan melibatkan perwakilan kementerian lima pilar keselamatan jalan. Selain itu juga para pakar road safety yang akan memberikan penilaian melalui pemaparan finalis mengenai berbagai permasalahan, program kerja, dan evaluai kebijakan terkait dengan program tata kelola keselamatan jalan. Adapun penilaiannya mengacu pada lima pilar keselamatan jalan seperti yang tertuang dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan, yakni manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan dan penanganan pra dan pasca kecelakaan.

Dikatakan, kampanye IRSA digagas dengan tujuan untuk menurunkan angka kecelakaan di Indonesia melalui berbagai kegiatan. Pihakya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintahan, pihak lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, dan berbagai pihak agar bisa terus peduli terhadap keselamatan jalan.

Selama penyelenggaraannya, IRSA telah bekerja sama Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kepolisian dan Kementerian Kesehatan untuk turut mengembangkannya. “Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PPN/BAPPENAS yang telah mendukung penuh IRSA 2019 ini, mulai dari penentuan atribut penilaian baik survei maupun observasi, serta termasuk sebagai host acara Sharing Session,” ujar Julian Noor.

Dalam kesempatan itu, Direktur Transportasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Ikhwan Hakim mengungkapkan, bahwa angka kecelakaan di Indonesia terbilang masih tinggi. Karena itu lanjutnya, perlu ada pendekatan lima pilar yang lebih inivatif. Sedangkan rencana keselamatan jalan untuk kedepan melakukan perencanaan keselamatan daerah. “Tingkat kecelakaan lalu lintas di Indonesia saat ini mencapai hampir 30.000 kasus. Dan dalam rencana strategi nasional, ditargetkan sisa menurunkan 50% angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di Indonesia.

“Saat ini, kami, Bappenas sedang bekerja sama dengan stakeholder untuk menurunkan angka fatalitas kecelakaan lalin. Diharapkan pada 2024, bisa turun sampai 65%. Karena itu, kita harus menurunkannya dengan rencana strategis yang terarah,” ujarnya.

Ditambahkan, dari jumlah tersebut, yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat ada 10% atau sekitar 50.000 km. Sedangkan sisanya 450.000 km menjadi tanggung jawab pemda. Sedangkan kecelakaan lalin, 70 persen terjadi di jalan daerah. (ACH)

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: