• Homepage
  • >
  • TIPS
  • >
  • KAHMI Luncurkan Program Wirausaha ‘Kahmipreneur’

KAHMI Luncurkan Program Wirausaha ‘Kahmipreneur’

  • Karyoto
  • 3 ago
  • 0

Didasari atas kesadaran akan perubahan pemikiran tentang  political oriented menjadi entrepreneur oriented , Kahmi luncurkan program  wirausaha KAHMIPRENEUR . Hal itu untuk merybah pemikiran bahwa alumni HMI yang tergabung dalam KAHMI hanya bisa bergabung ke partai Politik dan berprofesi sebagai politikus saja.

Oleh karenanya menurut Presidum KAHMI, Kamrussamad,  menyadari kritikan akan hal tersebut maka para alumni HMI diharapkan dapat merubah mindset dari political oriented menjadi entrepreneur oriented.

Saat ini pihaknya akan mengedepankan aspek kewirausahaan. “Sesuai dengan janji saya, yaitu saya akan reorientasi mental KAHMI dari pencari lapangan kerja menjadi pencipta lapangan kerja ,” ujar Kamrussamad, saat peluncuran program Kahmipreneur di Jakarta, Minggu,(11/03/2018).

“Untuk itulah kami luncurkan sebuah program inspiratif ‘KAHMIPreneur’ untuk melatih, mentoring, membuka akses permodalan, akses pemasaran, akses teknologi digital dan akses manajemen modern agar bisnis alumni HMI bisa tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan kemandirian ekonomi umat,” tegasnya

Kamrussamad kembali menegaskan bahwa membangun  kemandirian ekonomi umat  menjadi salah satu tantangan terbesar bagi KAHMI. “Tantangan hari ini dan ke depan bagi Generasi Muda  adalah mengambil peranan pembangunan wirausaha sebagai wujud perubahan mindset alumni HM,”tambah Presidium Kahmi yang juga sebagai Pengurus Kadin Indoensia tersebut.

Di era milenial seperti sekarang ini menurut  Kamrussamad,  produk yang dihasilkan sangat mudah dipromosikan dengan media digital. Bahkan, strategi  untuk  memenangkan persaingan adalah dengan terus-menerus memunculkan atau menciptakan perbedaan (diferensiasi).

Hal itu yang mesti berjalan baik dari sisi barang maupun pemasaran, katanya.  “Makanya harus dijaga supaya tetap ada diferensiasi. Kalau diferensiasi hilang tidak relevan itu biasanya terjadi kejenuhan,” tegasnya.

Selain itu, dengan adanya digitalisasi terutama dalam pemasaran maka modal yang perlukan tidaklah besar. Namun, tetap produk yang dihasilkan tidak monotan dan mengkuti atau menjadi follower yang lain. “Tentunya kalau memang ingin menjadi sorotan dalam persaingan ini harus lebih kreatif baik dalam menghasilkan produk maupun memasarkan,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya juga membuka sebuah harapan untuk bisa berdiskusi terkait market dengan produk yang dihasilkan oleh anggota KAHMI.

KAHMI sebagai wadah penerus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang mempunyai misi dan tujuan dalam berbangsa dan bernegara yang diwujudkan dalam bentuk gagasan, pemikiran dan program-program yang bisa dikerjakan langsung, maka dalam hal ini KAHMI berupaya untuk ikut berperan serta dalam upaya penciptaan lapangan kerja.

Hal itu didasari oleh fakta yang ditunjukan oleh berbagai data tentang angka-angka jumlah angkatan kerja. Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin pada September 2017 mencapai 26,58 juta orang. Angka ini turun 1,19 juta orang dari sebelumnya pada Maret 2017 sebesar 27,77 juta. Sedangkan jumlah pengangguran di Indonesia sampai Agustus 2017 mencapai 7,04 juta orang dari 128,06 juta orang angkatan kerja. Jumlah angkatan kerja ini bertambah 2,62 juta orang dibanding Agustus tahun sebelumnya yang sebanyak 125,44 juta orang.

Sementara itu, jumlah penduduk usia kerja di Indonesia mencapai 192,08 juta orang, di mana 128,06 juta orang merupakan angkatan kerja dan yang bekerja sebanyak 121,02 juta orang atau 7,04 juta orang pengangguran.

Atas dasar itulah pihaknya akan melakukan pelatihan wirausaha yang melibatkan para alumni HMI yang tergabung dalam KAHMI.

Selain pelatihan kewirausahaan, untuk mndudukung dan memotivasi hal itu Kamarussamad juga akan memberikan KAHMI enterpreneur award. “Tidak hanya itu, kita juga akan sinergikan dengan perbankan yaitu untuk permodalan, kami juga akan mengambil lamgkah pemasaran sehingga produk mereka juga bisa kompetitif dipasaran,” tukasnya. Selain itu, pihaknya juga akan menjembatani dengan pemerintah sehingga hasilnya tidak hanya dipasarkan di Indonesia melainkan bisa juga diekspor.​

 

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klik aja

Translate »