BERBISNIS

KAHMIPreneur: Holding BUMN Langkah Tepat

Founder KAHMIPreneur, Kamrussamad (kedua kanan) saat memberikan paparan di ajang Dialog Public Bertajuk “Masa Depan BUMN Periode Kedua Pemerintahan Jokowi” (1/8), di Jakarta,
180Views

 Profesionalisme pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk daya saing dan kinerja yang lebih baik, perlu terus ditingkatkan agar perusahaan plat merah ini bisa makin berperan dalam menopang partumbuhan ekonomi nasional. Selain pembenahan dari aspek bisnis dan segmentasi pasar sesuai tuntutan dan tren yang berkembang, efisiensi sistem manajemen dan pengelolaan melalui langkah pembentukan holding dengan menggabungkan BUMN yang memiliki kegiatan dan bidang usaha yang sama, merupakan langkah tepat.

Demikian paparan Founder KAHMIPreneur, Kamrussamad saat menjadi nara sumber di ajang Dialog Public Bertajuk “Masa Depan BUMN Periode Kedua Pemerintahan Jokowi” yang diadakan oleh Kaukus Muda Indonesia (KMI) berlangsung hari ini (1/8), di Hotel Sentral, Jakarta.

Diakui peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke depan masih sangat diperlukan untuk mendukung  akselerasi perekonomian nasional. Apalagi bidang usaha yang digeluti BUMN juga sangat beragam dan memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat sehar-hari.  Mulai dari sektor pertanian, kehutanan, perkebunan, keuangan, manufaktur, pertambangan, transportasi, sektor listrik, sektor perdagangan, sektor konstruksi, dan lainnya.

Dia optimistis peran BUMN masih bisa lebih tingkatkan lagi melalui pembenahan sistem manajemen dan efisiensi pengelolaan melalui pembentukan holding. Di antaranya bisa dilakukan dengan menggabungkan perusahaan-perusahaan BUMN yang memiliki bidang usaha yang sama.  Misalnya melalui penggabungan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang yang sama. Misalnya sektor pertambangan, pertanian, perdagangan dan lainnya dengan membentuk satu holding sesuai bidang masing-masing.

“Sebagai pelaku usaha dan mewakili KAHMIPreneur, kami nilai bahwa membentuk holding BUMN merupakan langkah yang tepat bagi pemerintah. Terutama pemerintahan Jokowi periode kedua ini. Bagaimana pun harus diakui,  BUMN telah menjadi backbone dari perekonomian bangsa dan keberadaannya tak bisa dipungkiri mampu mendongkrak roda perekonomian nasional. Namun tentunya pengelolaan BUMN harus ditangani secara profesional di segala sektor, sehingga menjadi lebih kuat, berdaya saing dan memberikan benefit optimal kepada negara dan rakyat. Di era yang serba transparan saat ini, pengelolaan BUMN juga masih perlu untuk dioptimalkan dan melibatkan stake holder yang tepat agar mampu memberikan keuntungan maksimal serta memberikan manfaat optimal kepada masyarakat,”  ujar Kamrussamad,

Alami Kemajuan

Diakui sektor BUMN yankaerus mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat. Pasalnya, aset Kementerian BUMN saat ini telah mencapai kenaikan dua kali lipat, yaitu dari Rp 4.500 triliun di akhir 2014 dan mengalami lonjakan yang sangat signifikan hingga mencapai Rp 8.092 triliun.

Peningkatan pendapatan BUMN tersebut juga mampu menciptakan multiplier effect ekonomi nasional. Karena itu, platform yang disusun dalam narasi besar untuk membangun Indonesia menjadi negara maju akan terealisasi seiring dukungan dan kontribusi besar BUMN sebagai agen pembangunan bagi negara ini.

Mengutip data atas kinerja BUMN, dalam beberapa tahun terakhir kinerja BUMN juga makin kuat dan kokoh. Disebutkan, tahun 2015 total Asetnya dikerkirakan mencapai Rp 5,760, total Laba bersih Rp Tahun 2017, total Aset Rp 7,210 T, Laba : 186 Tdan tTotal Ekuitas : 2,380 T
Bia melihat perbandingan kinerja BUMN sebelum dan sesudah era Jokowi tercatat hasil yang kondusif. Adapun kinerja BUMN sebelum era Jokowi: Tahun 2019 sebanyak 30 BUMN di Privitalisasi. Per tahun 2013 : 30 BUMN mengalami kerugian, total kerugian mencapai Rp 34,68 T dan total laba sebanyak Rp 150 Triliun.

Ditambahkan Kamrussamad, untuk menghasilkan daya saing yang kompetitif di Indonesia, BUMN harus bisa merangkul enterpreneur potensial sebagai mitra nya sehingga terjadi hubungan simbiosis yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Dengan kebutuhan tersebut, maka KAHMIPreneur mengharapkan generasi muda dan millenials dapat menjadi enterpreneur yang handal yang lebih kreatif agar dapat memajukan industri usaha di Indonesia.

“Masa depan BUMN sudah pasti berada di tangan para pemuda Indonesia. Jadi kaum millenials harus bisa mengikuti perkembangan teknologi dan globalisasi dunia. BUMN sendiri merupakan representatif perusahaan yang didanai oleh rakyat  sehingga keberhasilannya tentunya dapat mensejahterahkan rakyat dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.

Lebih jauh Kamrussamad memperkenalkan tentang KAHMIPreneur kepada para peserta dialog publik, yang merupakan program inspiratif dalam menciptakan pengusaha muda untuk membuka wawasan serta terjun berkecimpung langsung dalam usaha enterpreneur hingga merealisasikan para pencipta lapangan kerja dalam segala bidang dan sekaligus mewujudkan kemandirian di bidang ekonomi serta untuk mengobarkan semangat para pemuda pemudi Indonesia dalam momentum mencetak enterpreneur yang handal.

Sejauh ini, keberadaan program KAHMIPreneur sendiri juga telah  memperlihatkan langkah nyata dengan memberikan wadah edukasi dan interaksi bagi pelaku usaha enterpreneur dalam kemasan ajang nasional ‘Indonesia Young Enterpreneur Summit’ yang telah sukses digelar di 7 kota besar di Indonesia. Di antaranya Jakarta, Surabaya, Bandung, Sragen, Makassar, Medan dan Lombok di pertengahan tahun 2019 lalu dengan melibatkan sekitar puluhan ribu pelaku usaha, enterpreneur, start up dan mahasiswa yang berpartisipasi.

Dialog ini juga menghadirkan pembicara lainnya, yakni   Bhima Yudishira (pengamat ekonomi INDEF), DR. Chandra Yusuf SH. LL, (Dosen Pasca Sarjana Universitas YARSI),  serta Defy Indiyanto Budiarto  (Komisaris PT Pembangkit Jawa Bali). (ACH)

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: