Kecanduan Internet, Ubah Konsumtif Jadi Produktif

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Pernahkah Anda mengalami situasi  ketika bangun tidur langsung scrolling media sosial atau begadang hingga tengah malam karena bermain game? Bahkan kapan pun dan di mana pun joget-joget dengan aplikasi yang tengah hits. Kondisi tersebut menandakan bahwa Anda telah kecanduan internet, gejalanya meliputi depresi, ketidakjujuran, peradaan bersalah, kegelisahan, hingga euforia saat menggunakan komputer. Belum lagi ada gejala fisik kecanduan internet antara lain seperti sakit punggung, sakit kepala hingga masalah penglihatan.

“Tidak apa misal bermain TikTok, tapi digunakan untuk pembelajaran. Jadi sebenarnya bisa diubah dari yang tadinya konsumtif jadi produktif,” Kata Ridho Wibowo, Instruktur Virtual Coordinator Training Jawa Barat saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat I, pada Senin (13/9/2021).

Lalu bagaimana caranya? Menurutnya internet bisa menjadi wadah kreativitas dan inovasi bagi pengguna. Namun, penggunaanya haruslah sehat dan aman, karena internet pun memiliki sisi negatif. Sementara internet memiliki manfaat yang tak kalah banyaknya seperti untuk mencari informasi, data gambar dan pengetahuan, sarana hiburan dan penyegaran untuk anak-anak. Selain itu bermanfaat juga untuk pembelajaran yang interaktif berbagai bidang ilmu lewat lagu maupun video.

“Yang menarik dari internet ternyata kita bisa menghasilkan uang,” kata Ridho.

Berbagai platform media sosial jika dipergunakan dengan baik dapat mendatangkan peluang. Seperti misalnya Instagram, dengan memperbanyak followers, bisa menjadi selebgram berjualan di Instagram, menjual jasa, ikut kuis, lomba foto, hingga mencari sponsor. Begitu pun denga YouTube di mana setiap orang dapat mengunggah video konten yang tentuny ada strategi tersendiri untuk bisa meraup subscriber.

Webinar Literasi Digital di Kota Depok, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Teguh Reza, Wakabid Kurikulum SMP Dharma Pertiwi, Hani Purnawanti, Koordinator Edukasi4ID dan Mona Ratuliu, Founder ParenThink.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *