Kiat Antisipasi Cybercrime dan Pencurian Data di Internet

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,– Aktivitas online semakin tinggi sejak pandemi Covid-19. Diketahui kini sebanyak 73,7% penduduk Indonesia telah menggunakan internet. Masifnya pengguna internet saat ini memerlukan pemahaman mengenai pentingnya menjaga data pribadi.

Ada bebeberapa istilah fitur keamanan yang disediakan penyedia platform digital, namun sebagian masyarakat masih awam. Seperti PIN dan Password mungkin sudah familiar di kalangan pengguna, akan tetapi masih ada beberapa nama baru yang perlu dipahami kegunaannya untuk mengamankan akun dan kerahasiaan data seperti kode OTP dan autentifikasi 2 factor.

“Jaga data savety Anda, supaya terjaga dari hacker dan scammer,” ujar Rino, Kaprodi Teknik Informatika Universitas Buddhi Dharma saat webinar Literasi Digital wilayah Ciamis, Jawa Barat I, Rabu (27/10/2021).

Ada sistem pengamanan dengan PIN yang merupakan singkatan dari personal identification number, yakni sebuah kode keamanan untuk memverifikasi identitas biasanya berupa angka. Kemudian password merupakan rangkaian kombinasi karakter berupa angka, huruf, serta simbol untuk mengamankan akses ke suatu jaringan. Selanjutnya ada OTP yang merupakan On-Time Password yakni kode yang umumnya dikirimkan melalui sma maupun email untuk verifikator. Berbeda lagi dengan Two Factor Authentification yang berarti menggunakan lebih dari satu jenis faktor keamanan.

“Perbedaan PIN dengan OTP, PIN itu tidak ada limit waktunya tapi disarankan untuk diganti secara berkala. Kalau OTP kode acak dikirim otomatis oleh sistem, hanya berlaku satu kali dan memiliki batas waktu penggunaan,” tutur Rino.

Beberapa jenis tindak penipuan di internet merupakan tindakan yang berusaha mencuri data. Seperti yang paling sering yaitu scammer, tindak penipuan dengan berusaha meyakinkan pengguna lain bahwa akun tersebut adalah pemilik asli. Kemudian ada phising, penipuan yang bertujuan untuk mencuri data sensitif seperti nomor keamanan kartu kredit (CVC), password, dan informasi penting lainnya. Untuk menghindari penyalahgunaan data, tidak share OTP, bila ada pemberitahuan validasi jangan menganggap enteng, ganti secara berkala, dan sebaiknya bertanya kepada yang mengerti bila tidak paham.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Ciamis, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Dino Hamid, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia, Reza Hidayat, CEO Oreima Films, M Hafiz, Ketua BEM FAI Universitas Siliwangi, dan Riri Damayanti, seorang Digital Creator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 9 kali dilihat,  9 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *