Latest News

Latest Posts

- Advertisement -
MAJALAH EKSEKUTIF – terbit sejak 1979 –

Latest Tweets

Find Us on Socials

Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

Laman

Kinerja Fund Unitlink Allianz Tetap Optimis di Tahun Politik 2019

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

 

Kondisi pasar yang penuh ketidakpastian di tahun 2018 berpengaruh terhadap kinerja dana investasi (fund) polis unit link yang dikelola sepanjang tahun lalu. Namun Allianz Indonesia dapat  meminimalisir dampak dari pengaruh  kondisi pasar di tahun 2018 tersebut.

“Mengikuti kondisi pasar yang sangat menantang, Allianz Indonesia berhasil meminimalisir risiko fluktuasi return investasi dengan total dana kelolaan sebesar Rp 35,33 triliun atau turun sebesar -1,32% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 35,8 triliun,” ujar Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/03/2019).

Namun pilihan investasi sesuai profil risiko dan alokasi asset yang tepat akan dapat membantu untuk memaksimalkan imbal hasil yang dapat dihasilkan oleh instrument investasi yang dipilih.

Oleh karenanya  menurut  Daryanti, di tengah ketidakpastian pergerakan kondisi pasar di tahun 2018, Allianz Indonesia dapat dengan baik mengelola 60 fund. Beberapa fund yang paling banyak dipilih oleh nasabah sepanjang 2018, adalah SmartLink Equity Fund dengan dana kelolaan Rp 9,78 triliun, SmartLink Balanced Fund dengan dana kelolaan Rp 2,18 triliun dan SmartLink Fixed Income Fund dengan dana kelolaan sebesar Rp 992,87 miliar.

“Total dana kelolaan ini sudah termasuk dana kelolaan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Allianz. Sementara kami masih dapat mempertahankan kepercayaan untuk mengelola aset nasabah dengan kenaikan jumlah nasabah sebanyak 600.869 atau bertambah sebesar 4,68% dari tahun sebelumnya sebanyak 573.990,” kata Daryanti.

Memasuki 2019, lanjut  Daryanti,  Allianz tetap optimis ekonomi Indonesia akan tetap positif ditengah beberapa isu yang masih harus menjadi perhatian seperti isu global, perang dagang Amerika dengan Tiongkok, kenaikan suku bunga Amerika, pelemahan ekonomi Tiongkok dan dari dalam negeri stabilitas rupiah dan defisit neraca berjalan.

Optimisme Allianz Indonesia  dikarenakan  kondisi ekonomi makro seperti  pengaruh The Fed yang terlihat tidak terlalu agresif menaikkan suku bunga. Sementara  itu , nilai tukar rupiah juga sudah mulai terlihat lebih stabil, serta  fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai cukup kuat.

Menurutnya, Allianz meyakini peluang mencetak kinerja yang lebih baik cukup terbuka, meski tetap harus mempertimbangkan isu global dan perhelatan politik lima tahunan di Indonesia. Harapannya perhelatan politik lima tahunan berupa pemilihan presiden ini akan dapat memberikan dampak yang positif terhadap kinerja instrument pasar modal.

Secara historis, dalam 3 pemilu terakhir yaitu pada 2004, 2009, serta 2014, pasar modal ditutup positif meskipun pada beberapa tahun tersebut kondisi makro ekonomi kurang kondusif.

Meski tahun politik, menurut Daryanti, Allianz tetap optimis dapat memberikan dampak pisitif terhadap kinerja pengelolaan  dana investasi yang terdapat di produk unitlink.

Senada dengan Daryanti, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia Joos Louwerier mengatakan ,  “Allianz selalu berupaya menjaga kepercayaan nasabah untuk mengelola dana investasi yang terdapat di produk unitlink yang dimiliki, yang terlihat dari kenaikan jumlah nasabah kami.”

Terlepas dari kondisi pasar, kami mengandalkan pengalaman dan kemampuan Allianz untuk selalu mengoptimalkan hasil investasi dan membantu nasabah mewujudkan rencana yang telah dibuat untuk masa depan, serta menyediakan jenis fund yang dibutuhkan nasabah,” ujar  Joos Louwerier dalam keterangan tertulisnya.

 

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »