Komunikasi di Ruang Digital Perlu Dibingkai dengan Budaya

  • Whatsapp


JAKARTA,- Di era digitalisasi, komunikasi menjadi berubah lebih mudah berkat adanya teknologi. Terbukanya akses komunikasi dengan proses instany pun tak bisa terhindarkan. Namun kecanggihan teknologi digital yang hanya memperkaya pengetahuan dan keterampilan para pengguna, tanpa dibingkai oleh nilai budaya dan karakter positif yang cukup kuat semua itu sia-sia belaka.

“Sebab bangsa yang sukses adalah bangsa yang berbudaya dan bermartabat,” ujar Noor Kamil, Co-Founder Mas Pam Records saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, Senin (5/7/2021).

Mengenai kemajuan teknologi, Noor mengungkapkan saat ini telah berbeda jauh dengan masa sebelum adanya digitalisasi. Persaingan yang ketat, dengan majunya teknologi dan informasi pun memunculkan banyak musisi-musisi baru yang secara berbeda di industri ini.

“Sekarang ini untuk membuat rekaman seorang musisi bahkan bisa merekamnya di laptop, semua itu mungkin tak harus ke label rekaman dan seorang musisi bisa masuk ke platform digital seperti sportify dan YouTube. Tugasnya, bagaimana bisa “stand out” terutama di sosial media,” kata Noor yang sempat menangani penyanyi Pamungkas.

Dia pun mengungkapkan, sisi positif dari digitalisasi ini ikut memudahkan promosi dan marketing. Jika dulu menggunakan sarana media konvensional seperti radio dan televisi, kini semua lebih mudah dan berbiaya murah dengan Instagram, Twitter, atau Facebook.

Meski demikian, di balik kemudahan tersebut keberadaan teknologi memiliki dampak negatif seperti lebih susah menyaring informasi yang benar, kecanduan hingga depresi karena interaksi tidak sehat.

Sebabnya menurut Noor dibutuhkan adanya bingkai budaya dan karakter yang kuat saat memanfaatkan teknologi. Dia pun berpesan untuk musisi baru yang lahir di era kemajuan teknologi, selain fokus dan konsisten berkarya jangan lupakan budaya sebagai warga negara Indonesia.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Aditya Nova, Ketua Jurusan Hotel Pariwisata IULI, Bentang Febrylian dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, dan Hellen Citra Dewi seorang Psikolog & Senior Trainer di SEJIWA.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 98 kali dilihat,  28 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *