Majalah Eksekutif

Kopi Jenderal, Viral

715Views
MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

EKSEKUTIF.id — Ramai diberitakan mengenai peresmian Kafe Jenderal di lobi, kantor Pusat Bulog, kemarin. Tampak hadir Dirut Sucofindo, Tanri Abeng dan para pejabat serta karyawan Bulog.

Di gedung Bulog yang berlokasi di Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta, tampak ramai melaksanakan apel pagi, melainkan menikmati kopi bersama.

Budi Waseso alias Buwas, Direktur Utama Perum Bulog merupakan pejabat Badan Narkotika Nasional (BNN) yang berhasil mengubah kebiasaan warga Aceh menanam ganja, jadi petani kopi. Lewat program Alternatif Development-nya.

“Kita menggiatkan masyarakat petani di Aceh khususnya di tempat ketinggian 1200 (meter di atas permukaan laut) yang selama ini menanam ganja karena digalang oleh pemodal-pemodal dari jaringan narkotika,” kata Buwas saat itu.

Produk Kopi Jenderal

Namun usai Buwas melepas jabatannya, ia teringat dengan program BNN tersebut. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk membuat produk Kopi Jenderal dimana biji kopinya tersebut diambil dari para petani kopi di Aceh.

“Tujuan saya bukan bisnis, namun bagaimana saya berbuat ini karena akan berlaku di seluruh Indonesia, yang paling penting adalah melanjutkan program BNN tersebut,” ujarnya.

Yang menarik dari Kopi Jenderal ini, kabarnya sudah dinikmati juga oleh keluarga Kerajaan Inggris. Artinya, kualitas kopi Nusantara yang dibuat tidaklah main-main. Sangat berkelas.

Sistem Waralaba Kedai Kopi Jendral

Menurut Buwas, Kopi Jenderal ini ditawarkan kepada masyarakat dengan sistem waralaba. Nantinya masyarakat bisa membuka kedai Kopi Jendral hanya dengan modal 2 juta rupiah.

Harga Kopi Jenderal

Buwas memaparkan harga Kopi Jenderal per sachetnya sangat bervariatif sesuai dengan jenis kopinya sendiri. Hal tersebut disebabkan Buwas ingin mengedukasi masyarakat tentang kualitas kopi Nusantara.

“Nanti ada yang Rp2000, Rp5000 sampe yang Rp15.000. Tergantung kualitas kopi yang diminum. Masyarakat akan mengenal secara utuh bahwa ternyata kopi itu tidak sederhana, kenapa harganya berbeda karena kualitasnya berbeda, rasanya berbeda,” paparnya.

Jenis Kopi Jenderal

Selain itu, dalam peluncurannya Kopi Jenderal menawarkan 2 jenis kopi lokal, yakni kopi robusta Temanggung dan kopi Arabika Gayo. Ke depannya, Kopi Jendral akan tersedia dengan jenis kopi Flores Bajawa, Papua Wamena, dan Sumatera Mandailing.

Dari antara pengunjung yang hadir di peresmian Kafe Jenderal, kelihatan sibuk juga,  Ketum KPP yang kabarnya ditarik menjadi Humas dan Kelembagaan Bulog.

“Ya,  saya bangga bisa masuk BUMN, walau jadi anak bawang bisa bantu Pak Buwas,” ujar Abdul Rosyid Arsyad yang selama ini dikenal sebagai Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) dan founder aplikasi Kepasar.

Pria ini mengaku, ditarik perusahaan BUMN Bulog untuk membereskan Kehumasan Dan Kelembagaan Bulog,  membangun image positif perusahaan BUMN Bulog dan menyampaikan ke publik terkait Bulog.

Rosyid bercerita, juga ikut memasarkan produk-produk Bulog lewat 2 (dua) aplikasi grosir dan retail.

Akan mengajak aktifis organisasi masyarakat, keagamaan, mahasiswa, karang taruna, majelis taklim dan ibu ibu PKK untuk terlibat masuk bergabung menjadi jaringan kehumasan Bulog dan sales freelance penjualan produk produk Bulog pakai Aplikasi Online.

Rosyid Arsyad usai bertemu Direktur SDM & Umum, Bagya Mulyanto di Kantor Pusat Perum Bulog
MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -
redaksi
the authorredaksi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: