Kreatif dan Produktif di Dunia Digital, Dimulai dari Diri Sendiri

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Digitalisasi sudah menjadi hal yang tak terhindarkan. Apalagi dengan kondisi pandemi, akhirnya semua beralih ke online. Pengguna internet di dunia pun meningkat, pada Januari 2021 diketahui sudah mencapai 4,66 miliar atau sekitar 59,5% populasi global. Dari total tersebut 92,6% yakni 4,32 miliar yang mengaksesnya melalui perangkat seluler.

Di Indonesia sendiri kini pengguna internet sudah mencapai 202,6 juta, jumlah tersebut meningkat sebanyak 27 juta dari sebelum pandemi. Penetrasi internet di Indonesia mencapai 73,7% pada Januari 2021. “Apakah waktu yang dihabiskan di internet selama ini merupakan kesibukan yang produktif? Hal tersebut dapat dideteksi dari bagaimana cara setiap orang menghasilkan sesuatu dengan adanya bantuan teknologi internet,” ujar Intan Maharani, COO PositiVibe saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, pada Rabu (6/10/2011).

Saat ini memang internet dipergunakan sehari-hari untuk mempermudah kehidupan termasuk membuat efisien dalam bekerja. Sehingga aktivitas online yang tinggi pun bukanlah sesuatu yang salah, asalkan setiap orang memahami betul kualitas waktu yang digunakannya. Sebagai contoh jika memiliki prioritas pekerjaan yang harus selesai sedikit namun dapat terselesaikan, dibandingkan memiliki banyak prioritas. Selain itu lebih baik menjadi fokus dibanding mengerjakan segala sesuatu secara multitasking.

“Kemudian seseorang juga harus tahu kapan harus berhenti dan beristirahat, memiliki daftar hal yang harus dikerjakan sehingga tujuannya pun jelas dan bisa fokus pada tujuan besar,” kata Intan.

Lebih jauh dia mengatakan, pribadi yang produktif juga tahu kapan untuk bilang ya atau tidak, berpikir dulu baru bertindak, serta tahu kapan mendelegasikan tugas. Selanjutnya ketahui ciri-ciri orang kreatif, yakni selalu penasaran, intuitif dalam bekerja, pengambil risiko, berpikiran terbuka, sensitif dan ambisius. Mulailah dari diri sendiri, setiap orang harus mengingat bahwa rekam jejak digital yang dapat diakses secara global dan dapat diakses oleh generasi Anda di kemudian hari.

“Berinteraksilah sebagai individu dan warga negara Indonesia yang baik,” katanya lagi.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Indra Brasco, seorang Dadpreneur, Mona Ratuliu, Founder ParenThink dan Vivi Andriyani, Marcomm & Manager Bumbubumbuku.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 8 kali dilihat,  8 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *