InternasionalNasionalPolitika

KSAL ke 2 dari Pinggir Citarum

26Views

“Saya akan tetap berkarya untuk bangsa. Jika dibutuhkan, bersedia untuk berbagi ilmu dan pengalaman terkait kemaritiman.”

“Negara kita negara maritim, mungkin saya masih dibutuhkan untuk berbicara, berdiskusi masalah kemaritiman,” kata pria kelahiran Batujajar, 26 Mei 1960 ini ketika didesak rencananya setelah purna tugas 1 Juni 2018.

Merupakan KSAL Kedua dari pinggir Sungai Citarum. Kesamaan antara Laksamana RE Martadinata dan Laksamana TNI Ade Supandi, keduanya sama-sama putra Pasundan yang desanya dialiri sungai Citarum.

Laksamana gagah digdaya ada dalam darahnya. Keduanya juga berada di masa kepemimpinan yang boleh dibilang concern terhadap maritim. RE Martadinata dibawah pimpinan Bung Karno fokus membangun Bangsa ini dari maritim.

Kecil dan besar dari pinggir Citarum, sungai terpanjang dan terbesar di Tatar Pasundan Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sungai dengan nilai sejarah, ekonomi, dan sosial yang penting. Kiprah dan posisi Ade Supandi, telah membuat sejarah baik di TNI, sebagai tentara laut.

Ada cerita, di lingkungan TNI Angkatan Laut (TNI AL), karier Ade Supandi tergolong cemerlang. “Niatkan saja ikhlas, biar Allah yang ngatur,” ujar Ade Supandi, dengan gayanya yang bersahabat ketika lagi-lagi dikonfirmasi awak media soal retired.

Banyak yang memprediksi, Laksamana (TNI) Ade Supandi juga akan memasuki dunia politik.

Ketika mengaku kepada banyak jurnalis usai purna tugas, suami Endah Esti Hartanti Ningsihia akan “istirahat” dan fokus mengurus keluarga, banyak pihak juga tak percaya.

Jalani kehidupan ini dengan baik dan terus berbuat baik kepada orang dan sekeliling, itu memang iya. Tapi, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) ini disebut-sebut juga akan mengakrabi dunia digital, seperti kesukaannya sejak kecil yakni dunia elektronik dan kini “electronic gadget.”

Dikenal tegas dan pemurah, muslim yang taat dan punya jiwa seni ini mengaku selalu menikmati hidupnya dengan penuh rasa syukur. “Hidup itu anugerah, mari jalani dengan niat baik dan semangat berkarya,” ujar Laksamana Ade Supandi, di tengah kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018.

Yang pasti, jabatan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) memiliki nilai dan kebanggaan tersendiri bagi pengembannya. Tiap KSAL juga menghadapi tantangan yang berbeda di setiap masa jabatannya. Mereka sangat berjasa untuk Bangsa dan Negara, termasuk banyak mencurahkan pikiran untuk pengembangan TNI Angkatan Laut.

Begitulah Ade Supandi, lahir dari keluarga sederhana, yang tak berinteraksi dengan debur ombak dan asinnya air laut.

Kodrat Ilahi, tampaknya menyuratkan bahwa tak banyak anak lelaki seperti dia. Pendidikan agama yang kuat, membuatnya berani, tak sekedar punya nyali. Sosoknya malah menjadi sosok tangguh dan teguh. Hingga puncaknya, perjalanan karirnya jadi catatan sejarah tersendiri di dunia militer Indonesia.

baca wawancara ekslusif KSAL klik ini, di sini

Formasi tugas tahap sea phase MNEK 2018

Tinggalkan Balasan

Translate »