Nasional

KSAL Kedua Dari Tanah Pasundan, Ade Supandi

#SumpahPemuda2019

Views

Eksekutif.id — Ade Supandi memang sering disebut sebagai KSAL kedua dari Tanah Pasundan. Di hari Sumpah Pemuda, ia mengaku, menjadi bagian dari orang yang merayakan hari Sumpah Pemuda.

Di tanggal 28 Oktober ini, termasuk warganet yang merayakan hari Sumpah Pemuda, dengan menaruh harapan ke pundak para pemuda Indonesia dan generasi milenial demi memajukan bangsa dan Tanah Air.

Merasa tetap punya semangat muda, nama Ade Supandi memang sempat disebut, masuk dari 300 nama yang “digodok” dan masuk ke “kantong” Presiden Jokowi untuk masuk Formasi Kabinet Indonesia Maju.

Kabar terakhir, majalah eksekutif mendapat bocoran bahwa Ade Supandi akan kembali dipercaya oleh Presiden Jokowi, di Lembaga untuk pemerintahan periode 2019-2024.

Ade disebut pas untuk memimpin di Badan Legislasi Pemerintah, tapi ada juga yang menyebut Ade Supandi  akan ditempatkan di Lembaga Pusat Riset Nasional atau Lembaga Pengembangan Talenta dan Badan Legislasi Nasional.

Ketika dikorfimasi soal ini, Ade Supandi yang memang dekat dengan wartawan ini, hanya mengirim tanda jempol sebagai ikon di medsos-nya, diimbuhi logo orang sedang bersalaman. Tak lupa, ikon senyum.

Yang pasti, sejarah telah mencatat untuk Kasal Pertama adalah, Laksamana RE Martadinata dilantik oleh Presiden Sukarno sebagai Menteri/Panglima Angkatan Laut (Menpangal) menggantikan Laksdya R. Soebijakto. Itu sekitar 55 tahun silam, tepatnya pada 17 Juli 1959.

Presiden Joko Widodo melantik Laksamana Madya Ade Supandi sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (31/12/2014).

Laksamana RE Martadinata RE Martadinata merupakan salah satu pimpinan Angkatan Laut yang membawa kemajuan bagi pembangunan matra laut pada masanya.

Kesamaan antara Laksamana RE Martadinata dan Laksamana TNI Ade Supandi, keduanya sama-sama putra Pasundan. Keduanya juga berada di masa kepemimpinan yang boleh dibilang concern terhadap maritim. RE Martadinata dibawah pimpinan Bung Karno fokus membangun Bangsa ini dari maritim.

Sejarah mencatat bahwa, TNI Angkatan Laut senantiasa berkontribusi pada upaya mewujudkan tujuan nasional khususnya di bidang pertahanan.

Dimana, perkembangan kemaritiman saat ini memasuki babak baru, dengan hadirnya pemerintah yang memiliki keinginan kuat menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Mewujudkan ketahanan nasional, tetapi juga ketahanan regional dan global. Pada konteks inilah TNI Angkatan Laut berperan sebagai komponen utama pertahanan laut, dan berfungsi sebagai penangkal, penindak dan pemulih.

Berawal dari nama BKR Laut kemudian berganti menjadi TKR Laut dan bertransformasi lagi menjadi TRI Laut hingga ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia) diwarnai dinamika dalam sumbangsihnya terhadap Bangsa dan Negara.

Tercatat 24 nama telah menghiasi perjalanan sejarah pimpinan matra yang bermoto Jalesveva Jayamahe itu.

Diantara nama-nama besar seperti Mas Pardi, M. Nazir, R Soebijakto, RE Martadinata, Sudomo, Achmad Sutjipto, Tedjo Edhy Purdijatno, dan lainnya pernah terukir dalam sejarah TNI AL sebagai pimpinan tertinggi atau saat ini bernama Kepala Staf.

Ungkapan bijak menyebutkan, bahwa sejarah akan berulang. Suatu peristiwa yang terjadi di masa lampau akan kembali berulang dalam waktu yang akan datang dengan kejadian yang hampir sama, namun berbeda dalam ruang dan waktu.

AL satu yang kini sudah memasuki purna tugas 1 Juni 2018 itu, baru saja meresmikan Museum Bahari, di kawasan Pasukan Elit Baret Merah di Bandung.

“Agar kita terus berkontribusi untuk sesama, untuk bangsa ini. Berbagi ilmu dan pengalaman terkait kemaritiman,” ujar Ade Supandi, tatkala ditemui di lokasi Batujajar, Bandung, beberapa waktu lalu.

 

baca juga: majalah eksekutif cetak — edisi terbaru — klik ini

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini:
Lewat ke baris perkakas