BERBISNIS

Layanan Ekosistem smart city QLUE – Siap Hadir di Makassar

Views

KETERANGAN FOTO:

 Pj Walikota Makassar Iqbal Suhaeb ( kedua dari kiri )  dan segenap jajaran Diskominfo ketika melakukan audiensi persiapan implementasi aplikasi Qlue di Makassar.  

 

Perusahaan ekosistem smart city terlengkap di Indonesia, Qlue, secara resmi dapat digunakan oleh warga kota Makassar. Peluncuran aplikasi Qlue yang bertepatan dengan ulang tahun Makassar yang ke 412 ini, melengkapi berbagai layanan Makassar Smart City yang telah ada.

Dengan diresmikannya peluncuran layanan aplikasi Qlue, warga kota Makassar dapat melaporkan berbagai masalah sosial dan lingkungan dengan cara cepat dan mudah.

Aplikasi Qlue yang dapat diunduh di Appstore dan GooglePlay secara gratis ini,  kini  dapat digunakan oleh masyarakat untuk melaporkan berbagai masalah sosial dan lingkungan, antara lain sampah, lampu & rambu jalan rusak, kemacetan, pelanggaran lalu lintas, parkir liar, tunawisma/pengemis, fasilitas anak, orang hilang, pedagang kaki lima liar, pelanggaran bangunan, iklan liar, permintaan fogging DBD, dan masalah kesehatan.

Semua laporan masyarakat akan ditindaklanjuti oleh enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yaitu Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan.

Saat ini, terdapat lebih dari 1.000 pengguna aktif Qlue di Kota Makassar, dan sejumlah aduan warga seperti sampah, kecamatan, fasilitas umum yang rusak, pencegahan banjir, dan parkir liar yang mencapai 60% dari total laporan.

Menurut Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb,  Pemerintah Kota Makassar terus berinovasi untuk meningkatkan layanan publik di era digital saat ini.

“ Dengan menggunakan aplikasi Qlue sebagai saluran pengaduan warga, maka laporan tersebut akan dapat   langsung ditindaklanjuti oleh OPD terkait. Berbagai aduan tersebut akan membantu Pemerintah Kota Makassar untuk merumuskan kebijakan berbasis data, mulai dari data pelaporan masyarakat, kondisi lalu lintas, kemiskinan, pajak, dan lain-lain,” ujar Iqbal saar peuncuran aplikasi tersebut di Makassar, seperti dalam keterangannya , Kamis ( 7/11/2019).

“Solusi inovatif Qlue akan mengoptimalkan pelayanan publik untuk masyarakat, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun kotanya, dan meningkatkan karakter Sombere warga kota Makassar,” tambahnya.

Lebihn jauh Iqbal menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar telah melakukan sosialisasi penggunaan Qlue kepada Ketua RW dan RW.

Pemerintah Kota Makassar  juga telah menyiapkan sekitar 200 orang tim Quick Response yang tersebar di 15 kecamatan dan 153 kelurahan di Kota Makassar untuk menindaklanjuti seluruh laporan masyarakat dan akan terus berkembang menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

Untuk itu, Iqbal berharap, masyarakat Kota Makassar dapat segera mengunduh dan menggunakan aplikasi Qlue untuk melaporkan berbagai masalah kota.

Sementara itu Founder & CEO Qlue, Rama Raditya, menjelaskan Qlue mendapatkan dukungan dari GSM Association (GSMA) untuk fokus mengembangkan solusi smart city di tiga kota, yaitu Makassar, Kupang, dan Bandung.

“Qlue siap mempercepat penerapan smart city di Makassar dengan berbagai solusi teknologi mulai dari QlueDashboard, QlueVision, yaitu CCTV integration and analysis berbasiskan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga QlueWork – fitur Qlue untuk meningkatkan koordinasi antar instansi yang efektif,” ungkapnya.

Sepanjang Januari – September 2019 menurut Rama, Qlue menerima sekitar 88 ribu laporan dari 20 kota di Indonesia, di mana sekitar 90% laporan tersebut telah ditindaklanjuti oleh pemerintah dan dinas terkait.

“Qlue membantu berbagai kota di Indonesia untuk semakin cepat dan responsif dalam menerima laporan warga. Platform Qlue juga membantu untuk memetakan potensi permasalahan yang ada di kota tersebut dalam satu dashboard,” tegasnya.

“Kami membantu Pemerintah Kota Makassar untuk mengumpulkan dan memvisualisasikan semua data dalam QlueDashboard yang akan memudahkan Pemerintah Kota Makassar untuk merumuskan kebijakan dalam pembangunan kota. Qlue menyediakan platform berbasis Artificial Intelligence, Internet of Things, serta integrasi data yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja dan efisiensi dalam menangani permasalahan kota,” tutur  Rama menjelaskan.

Sebagai langkah sosialisasi kehadiran Qlue di Kota Makassar, Qlue juga berkolaborasi dengan salah satu institusi pendidikan terbaik di Makassar, Universitas Hasanuddin, Makassar, untuk melaksanakan program “Warga Cerdas”, sebuah program edukasi bagi masyarakat kota Makassar dalam meningkatkan literasi digital serta memaparkan preferensi karir di industri 4.0 bagi generasi millenial.

Program Warga Cerdas akan dilaksanakan pada Jumat, 8 November 2019 bertempat di Gedung Pertemuan Ilmiah, Universitas Hasanuddin, Makassar, mulai pukul 13.00 Waktu Indonesia Tengah.

Rama mengatakan sebagai perusahaan yang menyediakan ekosistem smart city terlengkap di Indonesia, Qlue tidak berhenti untuk terus melakukan inovasi di berbagai kota di Indonesia untuk mempercepat perubahan positif dan mewujudkan Indonesia smart nation. Qlue saat ini telah hadir di lebih dari 20 kota dan lebih dari 50 institusi lintas industri, mulai dari pemerintah daerah dan pusat, properti/kota satelit, keamanan, konstruksi, bantuan pasca bencana, dan lain-lain.

Sebagai perusahaan penyedia ekosistem smart city terlengkap di Indonesia, Qlue akan terus mendorong inovasi ke berbagai kota di Indonesia untuk mempercepat perubahan positif dan mewujudkan Indonesia smart nation.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini:
Lewat ke baris perkakas