Lima Kunci Hidup Bahagia – MAJALAH EKSEKUTIF # terbit sejak 1979 –

  • Whatsapp
banner 468x60


Terkadang keterpurukan dalam hidup terjadi manakala kita terlalu memikirkan standar bahagia yang terlalu tinggi.

Nyatanya hidup bahagia tak perlu standar yang terlalu tinggi, bergelimpangan harta, punya jabatan ataupun status sosial yang terpandang, atau lain sebagainya yang membuat hidupmu semakin tertekan.

Standar bahagia kita yang tentukan, tak perlu ikut-ikutan pada standar kebahagiaan orang lain yang sulit untuk kita jangkau.

Belajarlah untuk mensyukuri kehidupan yang mana dengan bersyukur kita akan senantiasa merasa berkecukupan dan dipenuhi kebahagiaan.

Selain itu ada beberapa hal yang perlu kita lakukan juga, manakala kita ingin memulai hidup bahagia, diantaranya :

1. Tidak membenci

Kebencian adalah salah satu emosi terkuat yang bisa kita rasakan. Membenci lebih dari sekadar tidak menyukai seseorang atau menganggapnya menjengkelkan, hal itu akan membuatmu sulit berhenti memikirkannya.

Kebencian dapat memunculkan keinginan untuk menyakiti atau membuat orang yang dibenci malu.

Membenci seseorang bisa sangat melelahkan. Demi kebaikanmu sendiri, hentikan kebencian, tidak peduli apakah orang ini memang layak dibenci atau tidak.

Yang terpenting pikirkan tentang kehidupanmu yang lebih berarti daripada terus-menerus menghabiskan waktu untuk membenci.

Daripada membenci orang lain lebih baik gunakan energi untuk hal-hal yang membuat kehidupanmu terasa lebih menyenangkan dan lebih berkembang.

Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang bisa menghilangkan kebiasaan negatif ternyata hidupnya lebih sehat dan bahagia.

2. Mudah memaafkan

Kalau kita dipermalukan, pasti ingin pula mempermalukannya.

Jika kita dicela, pasti ingin pula membalas dengan celaan.

Hampir watak setiap orang yang disakiti dan dizalimi seperti itu. Namun ada baiknya sifat seperti itu kita ganti, cobalah untuk mengalah dan mengakhiri akhir dari setiap permasalahan yang ada.

Ketika kita dipermalukan dan dihina, maka kita tidak perlu balas dengan menghina dan mencela orang tersebut walau kita tahu kekurangan yang ada pada dirinya dan bisa menjatuhkannya.

Cobalah untuk memaafkan nya, memaafkan bukan berarti mengampuni perbuatan orang lain yang menyakitkan, melainkan sebagai cara agar kita bisa melanjutkan kehidupan yang lebih baik dan lebih bahagia.

Pada akhirnya, apa yang kita lakukan ini adalah untuk diri sendiri, bukan untuk orang lain.

Memaafkan atau memberi maaf jelas bukan hal yang mudah. Berdamai dengan diri sendiri, keadaan, dan mereka yang menyakiti memang bukan perkara gampang. Tapi sadarkah kita bahwa ada sekian kebaikan yang akan didapat ketika mau memaafkan?

Bukankah keberanian itu juga akan “dibayar” setimpal dengan kebahagiaan yang kita rasakan setelahnya? Jadi mulai dari sekarang belajarlah menjadi seorang pemaaf agar hidup yang kita jalani penuh dengan ketenangan serta kebahagiaan.

3. Tidak mengeluh

Ketika menghadapi kenyataan yang tidak sesuai harapan, kita kerap kali tergoda untuk mengeluh. Mulailah dari sekarang teruntuk mengubah kebiasaan ini.

Lebih baik berhenti mengeluh dan segera produktif berkarya sehingga hasil yang baik akan kita dapat dan jelas dengan berhenti mengeluh secara otomatis kita akan lebih mudah bagi untuk mensyukuri segala karunia dan nikmat yang Tuhan berikan

Dengan bersyukur tentunya rentang hidup bahagia akan lebih terasa dekat.

4. Tidak dengki dan iri hati

Iri dan dengki adalah dua sifat yang tidak baik yang ada pada diri seseorang, yang mana sifat ini akan membuat orang tersebut selalu merasa tidak senang dan tidak rela jika melihat orang lain mendapat kebahagiaan dan kebaikan dalam kehidupannya.

Bersyukur dalam menjalani kehidupan merupakan salah satu cara menghindari perilaku tercela ini agar hati menjadi bersih dan selalu positif dalam berprasangka kepada orang lain.

Sifat iri hati dan dengki tidak akan membawa kebaikan untuk diri dan kehidupan kita. Hati akan menjadi kotor dan selalu berprasangka buruk kepada orang lain. Hidup kita juga akan jauh dari ketenangan karena selalu merasa sakit hati dan tidak senang setiap kali melihat orang di lingkungan kita mendapatkan keberuntungan.

Orang yang suka iri dan dengki sangat rentan juga terkena stres, mengapa demikian? Karena setiap kali ia melihat kesuksesan, keberhasilan dan kebaikan yang menimpa orang lain ia selalu merasa tidak senang, tersaingi dan akan membuat ia menjadi uring-uringan.

Jadi bagaimana bisa bahagia jika hati dipenuhi oleh rasa iri dan dengki terhadap orang lain? Yang ada ia akan merasa susah setiap kali ada orang yang mendapat kebaikan dalam hidup.

Agar hidup bisa bahagia tinggalkan sifat ini dengan cara merubah diri menjadi lebih baik.

5. Selalu tersenyum

Maksudnya jalani kehidupan dengan senyuman, tak peduli seberapa berat beban yang kita pikul, tak peduli seberapa besar rintangan yang menghadang, cobalah teruntuk tersenyum maka semua bebanmu akan terasa lebih ringan.

Senyum menunjukkan adanya keinginan untuk berbagi, rasa peduli, dan bersahabat. Tersenyumlah maka kau akan merasa damai. Jangan buat hidupmu terpuruk dalam kesedihan, ubah air matamu menjadi senyum, maka kau akan melihat betapa indahnya dunia ini.

Semoga lima kunci kebahagiaan hidup diatas menjadi pedoman bagi kita semua, tetap berpikir positif dan selalu berdoa!

 

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *