BERBISNIS

Majalah Cetak, Bertahan dengan Perubahan dan Inovasi

Oleh: S.S Budi Rahardjo (CEO Eksekutif Group)

476Views

Media massa bisa dibuat oleh siapa saja dan kapan saja, lebih mudah menerbitkan media massa dibanding membuat KTP.

EKSEKUTIF.id — Terbit sejak 1979, majalah eksekutif terus melangkah. Metamorfosis mengikuti arus zaman. Manajemen juga berganti.

Di era media massa menuju era konvergesi, tak hanya main di cetak, kami pun masuk ke era digital, mengembangkan website dan e-magazine. Menyiapkan televisi digital. Majalah eksekutif terus optimis di tengah kompetisi persaingan media yang semakin ketat.

Jika dulu, di era Orde Baru, media massa dilindungi Surat Ijin Usaha Penerbitan (SIUPP).

Sekarang ini, “free market”. Media massa bisa dibuat oleh siapa saja dan kapan saja, lebih mudah menerbitkan media massa dibanding membuat KTP.

Kuncinya, untuk “berselancar” di tengah ombak besar bisnis media massa, selain manajemen yang baik adalah sumber daya manusia (SDM). SDM yang baik menghasilkan karya yang baik.

Majalah eksekutif tentunya, tak ingin melewatkan inovasi.

Kami, seperti halnya perusahaan Lego, yang sudah terkenal di berbagai belahan dunia dan identik dengan aneka balok yang dapat dibongkar pasang serta disusun menjadi berbagai macam bentuk sesuai kreasi dan keinginan.

Lego sekarang, bukan hanya mainan buat anak kecil. Orang-orang dewasa pun, banyak menggemari Lego.

Jika Lego bisa dibuat banyak bentuk yang kreatif dan unik. Demikian juga Nintendo. Yang beraksi dan berinovasi untuk dapat menyelamatkan diri dari kondisi kritis.

Seperti seorang motivator, mengajarkan bagaimana bisnis laiknya, “Universitas Kehidupan”. Matakuliahnya beragam: Memahami kegagalan dan penghianatan sahabat; Mengalahkan ego pribadi; Bermimpi tinggi tapi tetap menginjak bumi.

Majalah eksekutif, terus melakukan perjalanan, yang ditaburi mimpi, diisi keberanian, dan dinyatakan dalam tindakan.

Di usianya sekarang, tak sekadar menjadi majalah dengan usia dewasa atau tua. Generasi yang masih suka dengan media cetak.

Generasi Y dan babyboomber, harus diakui, adalah orang yang menjadi segmen “premium” majalah eksekutif. Mereka masih senang dengan media cetak, juga demikian, menjadi sasaran pemasang iklan, karena hari ini, mereka adalah decision maker (pemegang keputusan) belanja. Uang masih ada di mereka.

Kami terus mengantisipasi perubahan zaman. Walau terus terang, income utama masih di edisi cetak. Banyak perusahaan, masih belum yakin dengan media online/blog, startup yang eksistensi dan komitmennya belum teruji.

Majalah eksekutif sudah teruji jaman.

Banyak inisiatif-inisiatif yang kemudian dikumandangkan dengan menggunakan kata-kata kunci, “baru”, “lebih baik”, yang disertai dengan program-program perubahan.

Persaingan semakin tajam, teknologi mengubah gaya hidup semua orang.

Semua buku bisnis mengajarkan “segmentation, targeting, positioning, branding, differentiation” dan seterusnya.

Penghematan pengeluaran, fleksibilitas untuk berkompromi, mengubah arah bila tidak tepat, dan keteguhan untuk terus berjalan, adalah hal-hal yang akan membuat kita mampu bertahan pada awal bisnis kita.

Online www.eksekutif.id juga eksekutif.tv menjadi media konvergensi di tengah dunia industri yang tengah memasuki era baru yang disebut Revolusi Industri 4.0.

Tak hanya ramai jadi perbincangan dunia, tapi gaung soal industri generasi keempat ini juga terus dibahas di Indonesia.

Siapkan kita? Jawabnya, siap atau tidak siap, kita sudah memasuki zaman now. Generasi di zaman millenials, yang memiliki kepribadian yang sangat unik dan berbeda.


baca juga: majalah eksekutif cetak (print) terbaru — klik ini

Pria yang kerap dipanggil Jojo ini merupakan CEO yang juga aktivis di BNN, aktif Multistakeholder BSSN, Pemred Majalah MATRA, ia juga Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia dan Forum Pimpinan Media Digital Indonesia

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas