BERBISNISNasional

Majalah Eksekutif Di Era Konvergensi Media: Cetak, E-Magazine, Online dan TV

48Views

Menjadi refleksi buat tim, ketika ramai dibicarakan di media sosial, Majalah Eksekutif masuk dalam deretan ke nomer 24 di puncak rangking Alexa Traffic untuk Portal Ekonomi Bisnis di Indonesia.

Padahal, hingga hari ini, majalah eksekutif berkomitmen sejak 1979 terus hadir di majalah cetak (print), walau di era digital. Bacaan pebisnis yang oleh Museum Rekor Indonesia sebagai majalah bisnis pertama di Indonesia.

Majalah eksekutif konsen di era konvergensi media, yakni media cetak, e-magazine dan online. Belum terlalu konsen di online, tapi sudah diperhitungkan di jajaran media mainstream yang memang konsen di online. Keren dong. Wow!

Bersama majalah MATRA, majalah eksekutif komitmen untuk menghadirkan jurnalistik media cetak yang mendalam, menginspirasi, penuh sisi lain, dalam dunia bisnis dan fokus di kalangan kelas menengah ke atas. Ekslusif. Penggalian berita dari aspek 5W 1H, wajib dan terukur.

Sebagai bacaan seputar bisnis dan sajian tentang gaya hidup. Penulisan di media cetak memungkinkan tulisan yang dipublished melewati ”mata” kedua, ketiga, keempat, dan seterus nya, sehingga lebih akurat dalam memverifikasi tulisan.

”Mata” yang dimaksud adalah tulisan reporter melewati redaktur, kepala desk, editor bahasa, redaktur pelaksana, pemimpin redaksi.

Deadline media cetak yang lebih panjang pada media konvensional seperti majalah eksekutif, memungkinkan penulis mencari lebih banyak sumber agar tulisannya lebih berkualitas.

Sumber tulisan itu bisa dari satu di kepustakaan, observasi, maupun nara sumber.

Majalah eksekutif dan media cetak, dalam hal ini majalah bisnis, diuntungkan karena terbit secara rutin sebulan sekali, ada rapat perencanaan, liputan, konfirmasi (crosscek), hingga disain yang lebih baik.

Sebagai majalah bisnis pertama di Indonesia versi Museum Rekor Indonesia, jurnalistik cetak (printed media) masih disebut kredibel dibanding jurnalistik radio/TV dan online.

Dalam jurnalistik cetak untuk dibaca oleh pembaca ia melalui “banyak tangan” yang sengaja atau tidak disengaja turut melakukan penyuntingan. Sang layouter, misalnya, seringkali menemukan judul atau naskah yang salah ketik atau salah eja.

Karena proses yang rumit itu pula, karya jurnalistik cetak lebih dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan (kredibilitas dan akuntabilitas).

Karakter lain, penggunaan bahasa jurnalistik dalam jurnalistik cerak diberlakukan secara ketat karena keterbatasan halaman/ruang atau sangat memengaruhi layout/tata letak.

Bahwa masuk dalam survei online ekonomi bisnis yang diperhitungkan, manajemen eksekutif bersyukur dan berupaya untuk serius membenahi online untuk mendukung majalah cetak (print).

Di tengah gempuran dan maraknya kemunculan berbagai medium untuk menyampaikan pemberitaan, saat ini posisi media cetak masih cukup merebut hati beberapa kalangan mapan (generasi tua) masyarakat Indonesia.

Media massa yang ‘menjual’ berita dituntut untuk selalu mengutamakan kebaruan atau kesegaran informasi.

Adanya internet, kesegaran tersebut terpenuhi, sangat mudah diakses dan disebarluaskan, utamanya bagi masyarakat hari ini yang begitu gadget minded.

Kemunculan internet, beriringan dengan hadirnya komputer hingga ponsel pintar, sedikit banyak mengubah budaya baca dalam masyarakat. Perusahaan penggiat berita pun harus jeli serta memahami hal itu.

Suatu perubahan yang mendamba kemudahan diamini oleh lahirnya beragam teknologi canggih. Majalah eksekutif dan majalah MATRA meyakini, cetak (print) yang menghibur, menginspirasi dan melakukan inovasi dan pengembangan kreativitas yang relevan sesuai zaman dan segmen pembacanya.

Saat ini posisi media cetak masih cukup merebut hati beberapa kalangan mapan (generasi tua) masyarakat Indonesia.

Majalah Eksekutif Cetak (print): klik ini

Tinggalkan Balasan

Translate »