BERBISNISNasional

Majalah Rolling Stone Indonesia Pamit

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

“Pada hari ini PT a&e Media sebagai penerbit majalah Rolling Stone Indonesia dan situs Rolling Stone Indonesia mengumumkan bahwa mulai 1 Januari 2018 kami tidak memegang lisensi majalah Rolling Stone Indonesia dan situs Rolling Stone Indonesia untuk beroperasi di wilayah Indonesia,” demikian bunyi pengumuman di laman rollingstone.co.id.

Setelah majalah FHM Indonesia pamit di Desember 2017, giliran majalah franchise untuk majalah cetak bernama Rolling Stone menyatakan say goodbye pada awal 2018 ini.

Majalah Rolling Stone tidak seperti majalah Hai yang tidak lagi terbit, namun, beralih ke platform dalam jaringan.

Rolling Stone Indonesia menyikapi perubahan industri media dalam negeri yang cepat, dengan tidak lagi mengadopsi izin dari terbitan Amerika Serikat, baik untuk versi cetak maupun daring.

“Langkah ini adalah pilihan terbaik dalam menyikapi perubahan industri yang tengah terjadi saat ini,” demikian sang pemilik lisensi Rolling Stone menjelaskan.

Banyak pihak yang menyayangkan keputusan itu, karena bagi penyuka skena musik lokal maupun internasional, terutama musik independen Tanah Air, Rolling Stone menjadi salah satu sumber informasi yang mendalam.

Rolling Stone majalah ditulis tanpa “s” di akhir, agar tidak tertukar dengan band legendaris The Rolling Stones.

Selama 12 tahun terbit, Rolling Stone Indonesia menyajikan ulasan pagelaran musik terkini, menyoroti perubahan industri musik, pergeseran genre dari tahun ke tahun, hingga trivia mengenai musisi.

Edisi perdana Rolling Stone Indonesia menampilkan legenda reggae, Bob Marley di sampul depan, terbit perdana pada pertengahan 2005. Artinya, 12 tahun majalah Rolling Stone Indonesia menyapa pembaca, klien, relasi, pemusik, band, label, kontributor, dan seluruh pihak .

Rolling Stone Indonesia mengumumkan mengakhiri usaha penerbitan majalah musik dan juga situsnya di Indonesia, Senin 1 Januari 2018. Hal ini diumumkan manajeman melalui situs resmi Rolling Stone.

Edisi 152, edisi terakhir, Rolling Stone Indonesia mengangkat tema fotografi musisi maupun aktor yang pernah mereka bahas dalam majalah dari tahun ke tahun.

Sampul terakhir dirancang demikian sebagai dedikasi terakhir mereka untuk industri musik Indonesia.

“Pada hari ini PT a&e Media sebagai penerbit majalah Rolling Stone Indonesia dan situs Rolling Stone Indonesia mengumumkan bahwa mulai 1 Januari 2018 kami tidak memegang lisensi majalah Rolling Stone Indonesia dan situs Rolling Stone Indonesia untuk beroperasi di wilayah Indonesia,” demikian bunyi pengumuman di laman rollingstone.co.id.

baca juga: Majalah Eksekutif & Matra Kini Satu Grup, Tetap Eksis di Cetak

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas