Majalah Eksekutif

Mantan KSAL Ade Supandi Menjadi Penasehat Asosiasi Media Digital Indonesia

781Views
MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

EKSEKUTIF.id —  Ada periode, di tengah hiruk pikuk Pilkada,  sosok yang ini malah asyik “berbulan madu”.  Sekarang, malah asyik bermain dengan cucu.  Ade Supandi dan Endah Esti Hartanti Ningsih.

Ia sangat asyik dengan “mainan” barunya, yakni anak dari Dimas dan Anindita Rivylarasati yang koas dokter gigi.

“Kami seperti penganten baru lagi sekarang,” ujar Laksamana (pur) Ade Supandi, bercanda.

Ade Supandi memang dikaruniai dua orang anak, masing-masing putra putri.  Andaru Dhimas Nugraha Vidianto, mengikuti jejak sang ayah sebagai Perwira Angkatan Laut.

Mantan “AL satu” ini juga terus  kuliah mengambil Doktor. Diskusinya ya, sesama akademisi.

Pria yang kerap disebut sebagai KSAL kedua dari Tanah Pasundan itu,  mengaku akan tetap berkarya untuk bangsa.

Dirinya membangun Museum Bahari juga bagian dari berbagi ilmu dan pengalamannya terkait kemaritiman. Banyak generasi Y, milenial yang studi tur dan jalan jalan melihat dan mengetahui lebih banyak tentang dunia bahari di Mugaba, museum galeri bahari di Bandung itu.

“Eranya sekarang, memang anak muda. Tapi yang senior seperti saya, akan terus membimbing yang muda-muda dan mensuportnya,” demikian Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut ini mendukung langkah Presiden Jokowi dalam memajukan bangsa.

Suami dari Esti Hartanti Ningsih, biasa disapa Iin ini berhasil menulis buku pertama diberi judul:  “Kasal Kedua Dari Tanah Pasundan”.  Sedangkan buku kedua diberi titel: “Fondasi Negara Maritim”.

“Saya belajar nulis dari apa yang saya alami, saya lihat, dan saya praktekkan,” ujar pria yang pada 1 Juni 2018 lalu, beristirahat sebagai tentara angkatan laut .

Disebut sebagai purnawirawan TNI,  yang “menyelam” dari dunia politik usai pensiun, bukan terjun.  Ia pun akan membuat catatan perjalanan, dalam sebuah buku lagi.

“Tetap jalankan hobbi atau passion yang positif seluas-luasnya, kembangkan sehingga setiap hari tetap ada kepuasan dalam berkegiatan. Kecuali olah raga harus dibatasi,” ujar pria kelahiran 26 Mei 1960, Batujajar, Bandung, Jawa Barat itu.

Mantan KSAL ini hanya malah memberi coaching, laiknya motivator kepada beberapa pemilik media digital, yang umumnya para jurnalis.

Ade memang saat ini aktif sebagai pembina Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI), yang anggotanya selain owner media digital adalah penulis buku digital dan coach (motivator) yang suka tampil di TV digital.

“Pola makan, semua jenis makanan boleh dimakan asal jangan berlebihan. Jangan terlalu banyak mikir, stres yang akan membebani otak,” demikian Ade Supandi memberi kiat sehat.

Antara lain, kalau lagi tidur dan bangun jangan langsung berdiri dan jalan, tetapi duduk dulu beberapa saat, baru jalan. “Biar jangan kena serangan jantung,” ujar Ade.

Olah raga jalan pagi sangat baik untuk kesehatan selama 50 menit. Minimal 1 minggu 3x. Ade pun setuju dengan resep seorang dokter yang menyebutkan, tidak olah raga berat. Perlu menu makanan harian yang tepat, bergerak badan memadai, stres terkendali, serta chek up kesehatan secara rutin.

“Kita harus bersyukur bila makan dan tidur masih enak dan nyenyak. Karena yang dikatakan sehat itu bugar badan, jiwa, sosial dan spiritual,” ujarnya tetap bersahabat.

redaksi
the authorredaksi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »