Marak Penyalahgunaan Data, Begini Cara Melindunginya Agar Tidak Jadi Korban

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Diketahui laporan masyarakat sepanjang setahun di akhir Setember 2020 melalui portal Patrolisiber mencapai 8.542 total aduan, dengan total kerugian Rp77,65 milyar. Di antaranya laporan tersebut mengenai penipuan, penghinaan, pengancaman, pemerasan, pemalsuan surat atau dokumen, dan perdagangan ilegal. Platform sebagai media tindak tersebut paling tinggi berasal dari What’sApp, jumlahnya lebih dari 3.000 aduan dan yang kedua Instagram kemudian disusul Facebook.

Gangguan spam dan keamanan pribadi di Indonesia memang termasuk tinggi. Selain itu menurut sumber pkpberdikari di tahun 2019 terdapat 1.504 kasus penipuan e-commerce dan perbankan digital. Sebanyak 1.404 kasus merupakan kasus penipuan online dan 103 kasus peretasan email. Ada pula 8.389 pengaduan iklan via email tanpa persetujuan dan 5.000 aduan lebih penyalahgunaan data pribadi ke LBH.

“Sementara aktivitas online semakin tinggi selama masa pandemi, tentunya jumlah kasus bisa meningkat,” kata Martha Mariskha Digital Banking Legal Counsel DBS Indonesia saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Jum’at (1/10/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, ada beberapa cara melindungi data pribadi yaitu selalu berhari-hati saat memberikan data pribadi, dengan memastikan pihak yang menerima data bisa dipercaya. Hindari klik situs dan link yang mencurigakan, serta tidak mengupload data sensitif di media sosial.

Jangan lupa atur fitur-fitur keamanan seperti penggunaan password yang aman dan sulit ditebak dan jangan menggunakan satu password untuk semua akun. Gunakan Identifikasi Dua Faktor, yang disediakan oleh berbagai platform. Biasakan mengundu aplikasi di situs resmi yang terpercaya.

Rutin melakukan update sistem atau aplikasi. Jangan bagikan kode OTP, serta log out setelah mengakses situs atau aplikasi terutama jika menggunakan internet publik.

“Jika terjadi kebocoran data tau akun di internet segera lapor ke pihak terkait atau ke patrolisiber.id,” kata Martha.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Dino Hamid, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia, Vivi Andriyani, Marcomm and Promotion Specialist, dan Iman Darmawan, Fasilitator Public Speaking.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *