Marketplace Memperluas Jaringan Bisnis UMKM

  • Whatsapp


JAKARTA,- Hasil survey KIC Katadata menyebutkan 77% UMKM terbantu dari marketplace dalam memasarkan produk sehingga bisa bertahan dan berjualan di masa pandemi.

Selain itu sebanyak 72% konsumen menjadi tertarik untuk belanja di toko online milik UMKM. Sementara sebanyak 69% konsumen mengatakan marketplace aman untuk transaksi dan sebanyak 66% mengatakan mudah digunakan.

“Dengan bergabung di marketplace pelaku UMKM juga bisa memperluas jaringan bisnis,” kata Lecture IULI, Irma Nawangwulan dalam webinar Literasi Media wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, Senin (5/7/2021).

Lebih jauh Irma mengtakan, marketplace diibaratkan sebuah pasar di dunia maya dengan penjual yang berbeda-beda. Marketplace ini berbeda dengan e-commerce yang hanya menjual produk sendiri dan hanya ada satu toko, sementara online shop merupakan toko online di sosial media.

Irma mengemukakan beberapa keuntungan pelaku UMKM bergabung di marketplace. Di antaranya tidak perlu bayar uang sewa lagi, jangkauannya pun lebih luas. Marketplace juga menjadi cara bertahan selama pandemi.

Survey terbaru pun mengungkap sebanyak 4,7 juta UMKM telah merambah ekosistem digital dalam 11 bulan terakhir.

“Totalnya kini sekitar 64 juta UMKM secara keseluruhan. Dari hasil survey 392 UMKM se-Indonesia para UMKM sudah memiliki toko online,” sebutnya.

Sebanyak 80 persen UMKM menurut sumber yang sama juga memiliki daya tahan lebih baik selama menghadapi pandemi. Sehingga tak ada keraguan lagi untuk para pelaku UMKM bergabung di marketplace. Namun sebelum menjadi go digital, sebaiknya memang UMKM harus mempersiapkan diri terlebih dulu, seperti memahami sistem di marketplace, cara merawat toko, dan sebaiknya jangan langsung bergabung di banyak marketplace padahal belum belajar cara mengelola toko.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Oleg Sanchabahtiar Creatove Concept Planet Design Indonesia, Kalis Mardiasih seorang Aktivis Gender Equality, dan Benny Daniawan Dosen Sistem Informasi Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 93 kali dilihat,  23 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *