Masyarakat Modern Harus Memiliki Bingkai Budaya di Ruang Digital

  • Whatsapp


JAKARTA,- Masyarakat modern di era internet dimanjakan dengan akses informasi yang terbuka luas untuk memudahkan segala macam sendi kehidupannya. Akan tetapi, ada nilai yang tetap harus dimiliki masyarakat dengan kemudahan itu yakni bingkai budaya untuk memfilter segala dampak negatif dari akselerasi teknologi dan internet.

“Budaya digital hadir untuk memperkuat karakter budaya bangsa dan menguatkan nilai-nilai kebangsaan Indonesia dalam penggunaan media digital, bukan untuk memecah belah kesatuan warna di dunia maya,” ujar Tiffany Eugene, Senior Human Capital Character Management at Power Character saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I, pada Selasa (6/7/2021).

Menurutnya perubahan yang paling terasa saat pandemi dengan adanya percepatan digitalisasi adalah kemudahan di sisi penggunaan waktu dan jarak yang dulunya terbatas. Sebelumnya bila sebuah rapat hanya bisa dilakukan dua atau tiga kali dalam sehari, maka dengan adanya rapat online tanpa jeda pekerjaan menjadi lebih efisien dan bisa dilakukan tanpa harus hadir, maupun terkena dampak kemacetan.

“Namun itu juga akan ada kaitannya dengan mental health, ini membantu sekaligus mengkhawatirkan. Online terus, dua pekerjaan yang sama, meeting bisa 5 hingga 6 zoom meeting jika tidak diimbangi budaya, bisa makin stress,” sebut Tiffany.

Di sisi budaya dari gaya parenting sendiri, orang tua dulu biasa bertanya ke orang terdekat. Dengan adanya dunia digital sekarang para orang tua muda lebih banyak membuka google saat tidak tahu sesuatu, sehingga digitalisasi memang mempengarhi segala aspek.

Di era digital ini masyarakat harus beradaptasi dengan tetap menerapkan budaya. Idealnya saat budaya baru harus berbentuk, jadilah warga digital yang sesuai dengan nilai-nilai, kalau di Indonesia dari Pancasila netizen yang punya nilai-nilai kebangsaan.

Budaya diketahui merupakan pola atau cara hidup yang terus berkembang oleh sekelompok orang dan diturunkan pada generasi berikutnya. Orang Indonesia pun bisa berkaca dengan negara Korea Selatan yang bisa memviralkan budayanya di dunia digital. Hingga hampir seluruh dunia tahu apa makanan terkenalnya serta segala hal berbau budaya yang dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Webinar Literasi Digital merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pada webinar hadir pula nara sumber lainnya seperti Indah Jiwandono Brand Owner of Cool Sugar Wax, Asep Hardiyanto Dosen Fakultas Teknik UNIS, dan Irma Nawangwulan Lectur IULI.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 18 kali dilihat,  18 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *