Masyarakat Perlu Role Model Etika dan Kesopanan Berbahasa di Ruang Digital

  • Whatsapp


JAKARTA,Dampak luar biasa tengah dirasakan akibat penggunaan teknologi dalam berkomunikasi dan berkehidupan di era digital. Terlebih sejak pandemi yang telah berjalan setahun lebih, ada perubahan interaksi sosial yang semakin terasa dalam berkomunikasi dan berhubungan.

“Ada pengaruh perkembangan dunia digital terhadap penggunaan Bahasa Indonesia
dengan tata bahasa yang baik dan benar,” kata Koordinaror Layanan Perpustakaan Universitas Indonesia, Kalarensi Naibaho saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I, Jum’at (2/7/2021).

Menurutnya media sosial saat ini sangat rentan terhadap terjadinya multi tafsir, karena itu perlu kecermatan memilih dan menuliskan kata dengan tepat.

Sementara penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar semakin memprihatinkan, etika di ruang digital juga seolah mundur apalagi setelah survei Microsoft menyebut netizen Indonesia sebagai yang paling tidak sopan se-Asia Tenggara.

“Penggunaan bahasa yang baik dan benar tidak semata-mata untuk melestarikan bahasa itu sendiri, namun juga menghindari dari jerat-jerat hukum akibat salah penafsiran,” katanya Kalarensi.

Dia melanjutkan, dibutuhkan panutan atau role model, yang secara konsisten menunjukkan sikap dan perilaku berbahasa yang baik dan benar.

Panutan berbahasa Indonesia yang baik fan benar di ranah digital ini bisa dari guru, orang tua, pejabat, tokoh publik, atau selebgram.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Webinar kali ini juga mengundang nara sumber seperti Indah Jiwandono Brand Owner Cool Sugar Wax, R Panji Oetomo, seorang Pegiat Literasi, dan Eko Juniarto Co-Founder Mafindo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 98 kali dilihat,  28 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *