Mau Bikin Konten Promosi di Media Sosial? Simak Tips Ini

  • Whatsapp


Sekarang terjadi pergeseran fungsi internet. Andry Hamida, Head of Creative Visual brand Hello Monday Morning, mengatakan internet setelah zaman handphone merk Blackberry booming mulai bisa digunakan di android. Internet setelah Blackberry digunakan hanya untuk dua hal, mencari informasi dan hiburan.

Setelah fase tersebut lewat, fungsi internet bertambah untuk menambah penghasilan dan ekonomi. Dengan pergeseran fungsi ini, memaksa seluruh masyarakat dan pengguna untuk mempelajari fungsi tersebut agar tidak mengalami ketertinggalan.

Untuk memanfaatkan fungsi ekonomi tersebut, Kita menggunakan media sosial sebagai wadah untuk melakukan promosi. Sebuah konten promosi harus memiliki dua hal yang dilihat pertama kali, yaitu penampilan dan ide.

“Penampilan ini kita masih menggunakan metode turun temurun, namanya AIDA. Metode ini paling bekerja pada target pasar masyarakat Indonesia. AIDA terdiri dari 4, attention, interest, detail, and action. Artinya sorotan, ketertarikan, detail, dan aksi,” ujar Andry dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (15/7/2021).

Attention dan interest. Sorotan adalah saat kita membuat konten, maka konten tersebut harus dibuat untuk menarik perhatian dulu. Setelah membuat audiens tertarik, maka konten harus membuat penasaran. Halaman pertama sebuah konten harus menarik terlebih dahulu. Cara ini dapat dilakukan dengan memainkan font dan judul dalam sebuah konten.

Detail ini di Instagram sedikit berbeda dibanding lainnya. Di Instagram, detail harus dibuat secara to the poin karena ingin menyampaikan informasi. Kemudian action, salah satu yang paling krusial tetapi sering dilupakan. Action adalah apa yang kita harapkan terhadap audiens setelah membaca konten kita. Ketika kita meminta mereka melakukan sesuatu, mereka akan berpikir dan melakukan hal tersebut.

Menurut Andry, tips untuk meningkatkan engagement melalui attention dan interest tersebut dapat dilakukan dengan, menggunakan kalimat yang memancing rasa penasaran audiens. Kedua, menggunakan kalimat yang melawan apa yang biasanya terjadi, guakan font yang mudah dibaca, gunakan warna yang kontras, dan menggunakan tulisan yang besar.

Sedangkan, melalui detail, dalam membuat konten harus to the point, mengguakan kata yang konsisten, tidak keluar dari konteks, menggunakan warna atau kotak berbeda untuk menghighlight sesuatu penting, dan berikan blank space. Selanjutnya, dalam action kita bisa memberikan nilai gratis kepada konsumen (konsultasi dan informasi), membuat mereka merasa penting untuk menghubungi kita, dan permudah cara mereka menghubungi kita.

“Kita masuk ke bagian isi. Isi ini biasanya membingungkan kita untuk mengisi konten yang menarik. Kita dapat menganalisis akun sejenis sebagai referensi. Tulis sebanyak-banyaknya kelebihan dan kekurangan konten milik akun sejenis tersebut. Setelah kedua hal tersebut, kita bisa mengembangkan brand dan konten dengan lebih luas lagi,”

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Depok, Jawa Barat, Kamis (15/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara, Kalis Mardiasih (Aktivis Gender Equality), Aditya Nova Putra (Ketua Jurusan Hotel/Pariwisata International University Liasson Indonesia),Benny Daniawan (Dosen Sistem Informasi Universitas Buddhi Dharma), dan Nyimas Indriana.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 30 kali dilihat,  30 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *