Melestarikan Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik Lewat Media Sosial

  • Whatsapp


JAKARTA,- Pengguna media sosial telah mendominasi dari pertumbuhan pengguna internet di tahun 2020 sebanyak 73,7% yakni menjadi 202,6 juta orang di antaranya terdapat 170 juta yang telah aktif di media sosial. Dengan begitu media sosial memiliki peran yang sangat besar dalam mengubah budaya berbahasa seseorang.

Bahasa merupakan alat komunikasi, pemersatu bangsa, belajar pengetahuan, dan membangun identitas suatu suku atau bangsa. Apalagi Indonesia diketahui memiliki lebih dari 700 bahasa, tidak ada di negara lain yang mempunyai bahasa sebanyak ini. Bahasa pemersatu, bahasa Indonesia harus dilestarikan dan dijaga karena merupakan identitas masyarakatnya dari keragaman bahasa yang ada di tiap daerah.

“Bahasa yang baik harus disesuaikan dengan atau kepada siapa berbicara, selain itu tujuannya di sini lebih untuk fungsi komunikatif. Sementara bahasa yang benar mengikuti kaidah tata bahasa normati dengan penerapan pola kalimat baku, dengan susunan SPOK dan menggunakan kalimat aktif, ejaan resmi dan penggunaan kalimat secara efektif,” ujar Irma Nawangwulan, Lecture IULI saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, Selasa (10/8/2021).

Tetapi yang terjadi saat ini, bahasa lisan berubah menjadi bahasa tulisan karena masifnya pengguna media sosial, pengguna akhirnya sering mengabaikan kaidah penggunaan bahasa dengan menyingkatnya atau menyisipkan kata-kata bahasa Inggris dalam kalimat. Penyingkatan kata juga digunakan agar kalimat lebih pendek.

“Boleh saja digunakan ketika berbicara dengan teman namun sebaiknya tidak digunakan saat berkomunikasi di media sosial,” ujar Irma.

Terlebih media sosial kini digunakan sebagai sarana bisnis, jualan, hingga branding dengan segala tujuan itu tentunya bahasa Indonesia yang baik dan benar akan semakin membuat image seseorang di mata publik baik. Bukan hanya itu, saat berjualan membalas pesan konsumen juga harus dengan bahasa yang baik dan benar sehingga pemilik bisnis memiliki image positif di mata konsumen.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Andry Hamida, Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning, Dee Rahma, seorang Digital Markeying Specialist dan Sophie Beatrix, Psikolog Praktisi dalam bidang Pendidikan dan Industri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 4 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *