Memahami Marketing Digital di Media Sosial

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COMDigital skills tanpa dibarengi kecakapan digital akan salah arah dan menghasilkan dampak negatif.

Digital skills ialah kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak TIK serta sistem operasi digital.

Muhammad Agreindra Helmiawan, Relawan TIK Indonesia menjelaskan, media sosial sebagai salah satu platform digital berfungsi sebagai alat komunikasi, alat penyimpanan, alat dagang, alat berjejaring, alat pemasaran, dan alat berbagi pengalaman. Media sosial juga memperlihatkan bagaimana seseorang memiliki kecakapan digital.

“Media sosial ini ternyata bisa dibuat produktif. Apapun yang kita ramu atau proses bisa menjadi positif atau negatif tergantung kepada kitanya,” ujar pria yang akrab disapa Agre itu dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/9/2021) pagi 2.

Melalui media sosial sebagai alat pemasaran bermanfaat dalam membantu menemukan konsumen dan memperluas target pemasaran, memudahkan mendapat feedback secara langsung, mengembangkan target pasar, menyaingi kompetitor, dan meningkatkan jumlah penjualan produk.

Pemasaran menggunakan media sosial dikenal dengan sebutan digital marketing. Digital marketing ialah suatu strategi pemasaran menggunakan media digital dan internet.

Konsep dan penerapan digital marketing adalah hal yang dilakukan untuk mendongkrak penjualan produk. Bisa saja hal lain seperti informasi, jasa, lokasi, dan konten.

“Saat ini masyarakat itu mencari informasi diawali dengan media sosial. Media sosial ini sangat berpengaruh karena segala sesuatu hal informasi dari TV bisa dirangkum di media sosial,” jelasnya.

Hal yang harus dipahami dalam digital marketing ialah jenis-jenisnya. Digital marketing ini menggunakan website, search engine marketing, social media marketing, online advertising, email marketing, dan video marketing.

Ia mencontohkan, sederhanannya tahapan dari digital marketing dimulai dengan:

  1. Memiliki website dan/atau akun media sosial sebagai identitas dari brand juga produk. Dalam website ini harus terdapat juga jejak online berbentuk review dan feedback dari pelanggan.
  2. Membuat konten yang menarik perhatian. Konten bisa berupa foto, video, tulisan dan lainnya.
  3. Mengunggah dan mengevaluasi setiap unggahan. Kita bisa melakukan komparasi terkait konten-konten yang telah dibuat dan melihat view serta engagement dari konten.

Ia menyampaikan, dalam marketing digital kita harus asah terus kemampuan diri, berpikir kritis mampu untuk problem solving, kreatif dan inovatif, komunikasi, dan kolaborasi.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/9/2021) pagi 2, juga menghadirkan pembicara Martin Anugrah (Director & Content Creator Cameo Project), Aditianata (Dosen IT – Universitas Esa Unggul), Chiara Chiasman (Co-Founder at Finest Sangit), dan Sari Hutagalung (Key Opinion Leader)

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 

 87 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *