Memanfaatkan Digitalisasi dengan Positif dan Kreatif untuk Produktif di Era Internet

  • Whatsapp


JAKARTA,– Penetrasi pengguna internet di Indonesia pada Maret 2021 mencapai 76,8% dari total populasi 274,9 juta penduduk. Di mana sebanyak 202,6 juta orang saat ini sudah memakai internet dengan 170 juta jiwa aktif di sosial media. Dengan jumlah tersebut seharusnya internet bisa menjadi potensi dan peluang yang memberi nilai positif bagi masyarakat.

Loka Hendra, Head of Food & Beverage Cinepolis Indonesia mengatakan, digitalisasi telah menciptakan efisiensi bagi individu maupun pelaku UMKM dalam berkreasi dan berinovasi. Berbagai program akselerasi transformasi digital pun memudahkan masyarakat untuk meningkatkan produktifitas.

“Peluang semakin luas di era digital sebab tak ada batasan di ruang digital untuk berkreasi dan berinovasi. Terjadi pergeseran pola pikir, perilaku dan tindakan masyarakat dalam akses ruang digital,” ujar Loka saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I pada Jum’at (6/8/2021).

Namun meski 64 persen penduduk Indonesia sudah terkoneksi dengan internet, tidak semua berperilaku positif dengan budaya kreatif dalam menggunakan ruang digital. Bahkan Microsoft menyebut netizen Indonesia paling tidak sopan se-ASEAN,

Dia mengatakan, ada banyak cara untuk menciptakan budaya kreatif dan produktif di ruang digital, seperti dengan mendukung dan mengapresiasi ide kreatif agar semakin out of the box dalam berkreasi. Segala sesuatu yang memanfaatkan internet saat ini juga bisa digunakan untuk memaksimalkan kreatifitas generasi muda dalam memperkenalkan budaya Indonesia. Termasuk berpartisipasi dalam aktifitas atau kompetisi yang diselenggarakan untuk mendorong budaya kreatif dan inovatif.

“Tanamkan pemikiran dan narasi positif dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga,” ujar Loka.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Dino Hamid, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia, Vivi Andiyani, Marcomm & Promotion Specialist, Eddy P.Purnomo, Digital Business Project Manager di PT.Bank OCBC NISP.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 3 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *