Membuat Konten Menarik untuk Bisnis di Era Digitalisasi

  • Whatsapp


JAKARTA,– Tak dapat dipungkiri masa pandemi Covid-19 yang telah berlangsung setahun lebih telah membuat peta bisnis berubah, di mana kecakapan dalam pemanfaatan digital ternyata mampu untuk membuat pelaku usaha dan UMKM bisa lebih mengembangkan bisnisnya.

Dengan potensi pengguna internet yang terus naik, apalagi rata-rata orang Indonesia menghabiskan 3 jam 14 menit yang artinya jumlah pengguna media sosial setara 61,8% dari total populasi. Pemanfaatan digital marketing melalui sosial media lewat konten-konten menarik, berpotensi meraup pelanggan baru dengan strategi memaksimalkan promosi di Instagram, Facebook, hingga TikTok.

Monica Eveline Digital Strategist Diana Bakery, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I, mengungkapkan konten menjadi hal penting bagi brand yakni sebagai media komunikasi untuk meningkatkan kepercayaan customer, menarik customer baru, dan memperkuat brand.

Brand tidak untuk bisnis aja, tapi bisa untuk diri kita sendiri. Contoh kita buat konten-konten positif di TikTok maka kita akan dikenal sebagai orang yang positif. Sedangkan kalau kita membuat konten yang menyangkut SARA, konten negatif, kita akan dikenal sebagai orang negatif begitu juga brand,” ujar Monica.

Nah untuk membuat konten yang menarik, Monica membagikan pengalamannya kepada peserta webinar. Dengan langkah pertama ketahui dulu target marketnya, sehingga dengan begitu akhirnya dapat diketahui akan membuat konten yang berhubungan dengan sasaran komunikasi. Monika mengambil contoh untuk akun sosial media yang mengembangkan jasa keuangan dapat memunculkan konten bertema tips berinvestasi atau mengelola keuangan.

Selanjutnya buat konten yang kemungkinan untuk di bagikan lagi dan ditonton lebih banyak orang. Sehingga bisa lebih banyak menarik customer baru yang membeli produk. Hal ini berarti sebuah brand sebaiknya memang tidak melulu melakukan upaya soft selling di akun sosial medianya. Misalnya dengan menjual cerita di balik kesuksesan sebuah brand hingga bisa menjadi besar. Kategori konten tersebut masuk ke dalam konten uang bisa memberikan inspirasi bagi banyak orang.

Lebih jauh Monica mengungkapkan ada beberapa jenis konten menarik yang dibuat pada era sekarang. Pertama berupa konten tutorial misalnya video TikTok singkat tentang cara membuat kue ulang tahun atau menghias kuku yang tujuannya membantu dan bisa bermanfaat untuk orang yang melihatnya.

“Ketika kita buat konten tutorial, yang bermanfaat untuk orang banyak itu akan lebih banyak peluangnya orang lain membagikan konten kita,” kata Monica lagi.

Jenis konten lainnya yang menarik adalah informasi yang menarik dan inspiratif. Misalnya kisah dari pedagang biasa hingga bisa jadi sukses, dengan isi pesan dampak bergabung di sebuah marketplace untuk peningkatan ekonomi Indonesia. Lalu ada konten cerita proses bagaimana membangun bisnis, Monica mencontohkan saat dirinya membuat konten cerita mula bisnis Diana Bakery hingga sampai menjadi tokonya sekarang, dengan konten tersebut dia berhasil membuat sekitar 1000 pembeli datang di pembukaan toko barunya.

“Jenis konten lainnya yang bisa diikutkan adalah konten viral. Dengan metode ATM yaitu amati tiru dan modifikasi, hal ini sesekali perlu agar brand kita dibilang mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut Monica mengungkapkan, saat orang masuk ke sosial media mereka ingin bersenang-senang, bukan untuk belanja. Oleh karena itu sebagai content creator harus membuat sebuah konten yg bisa membuat orang betah berlama-lama. Disarankan untuk tidak melulu membuat unggahan bersifat jualan, tapi berikan konsep yang bisa membantu, mengedukasi, dan bermanfaat bagi orang yang mengikuti akun bisnis tersebut.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Pimpinan Ombudsman RI 2016-2021 Ninik Rahayu, Duta Bahasa Jawa Barat Anggi Auliyani, dan Wakil Ketua Umum Relawan TIK Indonesia Eko Prasetya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 9 kali dilihat,  9 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *