Menjaga Diri dari Bahaya Hoaks

  • Whatsapp


JAKARTA,- Kemampuan dan wawasan individu dalam memanfaatkan platform digital, alat komunikasi, termasuk dalam memproduksi dan mengevaluasi informasi dengan sehat dan bijaksana sangat diperlukan di era digitalisasi.

Termasuk dalam menyaring informasi dari beredarnya berita hoaks. Hoaks sendiri merupakan informasi bohong, tidak memiliki sumber kredibel dan sengaja dilakukan dengan tujuan menipu, seolah sebagai suatu kebenaran.

Wakil Ketua PINSAKA Milenial Kwarda Jawa Tengah, Sukma W. Wardono saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, mengungkapkan beberapa cara menjaga diri dari hoaks. Pertama agar membaca setiap informasi yang tersaji secara utuh dan jangan mengambil kesimpulan hanya dari beberapa potong saja.

“Biasanya judul dibuat menarik agar orang membacanya, jadi dibaca sampai selesai,” ujar Sukma.

Kemudian masyarakat harus berpikir kritis, logis, dan jernih ketika mendapatkan informasi. Jangan mudah baper dan terpancing karena hoaks kerap dibuat untuk menyinggung emosi pembacanya. Pastikan juga untuk mengecek kembali informasi apakah berasal dari sumber kredibel. Paling penting tahan jempol, saring informasi sebelum membagikannya apalagi jika tidak yakin faktanya.

Selanjutnya masyarakat perlu mengetahui cara mengidentifikasi hoaks. Waspadai judul yang informasi yang provokatif, cermati alamat situs, bandingkan sumber, periksa fakta, serta cek keaslian foto atau dokumentasi.

Bahaya dari penyebaran hoaks itu sendiri bisa bermacam-macam. Salah satunya masyarakat bisa panik, hal ini biasanya terjadi saat terjadi bencana alam atau ancaman bom terorisme. Lebih parah lagi, hoaks bisa menimbulkan perpecahan dan memecah belah persatuan bangsa. Oleh karenanya saat menerima informasi, masyarakat hendaknya lebih kritis dan cerdas mengecek informasi.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor,Jawa Barat I, kali ini menghadirkan pula nara sumber lainnya seperti Ketua Jurusan Hotel Pariwisata IULI Aditya Nova Putra, Dosen Telkom University Dudi Rustandi, dan Founder Kumpulan Emak Blogger Elly Nurul.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 28 kali dilihat,  28 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *