Merger Majalah Eksekutif Sejak Januari 2017

  • Redaksi
  • 18 Mei 2018
  • 0

Majalah eksekutif terbit sejak 1979. Mengalami pasang dan surut. Sejak setahun lalu (2017), merger dengan majalah MATRA, yang dikenal sebagai majalah Trend Pria, kini menjadi Majalah Trend Peristiwa.

S.S Budi Rahardjo, CEO Majalah Eksekutif yang juga Pemred Majalah MATRA. Dipercaya menjadi Ketua Umum Forum Pimpinan Media Digital dan Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI).

Pembaca Yang Budiman, kami terus mengembangkan www.eksekutif.id. Sebagai majalah bisnis pertama di Indonesia, versi Museum Rekor Indonesia (MURI). Masih banyak para eksekutif cerdas fanatik dengan majalah eksekutif.

Pada intinya, sejak Januari 2017 lalu, komitmen dari majalah bisnis dan gaya hidup yang bernama Majalah Eksekutif.

Sama seperti majalah MATRA. Kami tidak akan meninggalkan bisnis media tradisional (cetak). Bahkan akan mengembangkan TV Digital, tapi tetap terbit di cetak. Online Majalah MATRA di www.matranews.id.

Media monitoring dan beberapa klien termasuk biro iklan banyak yang menelpon ke redaksi 021-2900-2770 dan hotline 0816-1945-288 menanyakan eksistensi majalah eksekutif di cetak.

Mereka menanyakan media kit (harga iklan) untuk tampil di majalah eksekutif yang terbit sejak 1979.

Pasalnya, banyak dari klien dan biro iklan melihat majalah eksekutif masuk dalam deretan lapak digital di Gramedia Digital.com, Higoapps.com dan Myedision.com.

Majalah eksekutif tidak terpengaruh dengan rumors “senjakala media cetak”, sama majalah MATRA justru menekankan, akan terus eksis di cetak print, hingga justru majalah print menjadi ekslusif. Kembali sama seperti era perijinan SIUPP, hanya beberapa media cetak yang eksis.

Di bawah payung manajemen baru Jojomedia Corporation, (PT Usaha Konvergensi Media) pada 2017 memang sedang senang meng-akuisisi beberapa online dari media arus utama, yang ingin masuk dalam konvergensi media.

PT Usaha Konvergensi Media (UKM) terus melakukan standarisasi, filterisasi, serta positioning menjadi startup yang kompetitif. Khususnya kepada media cetak yang ingin masuk konvergensi media.

“Pembaca majalah eksekutif dan MATRA adalah orang-orang mapan, yang berusia 40 tahun ke atas. Mereka masih senang memegang majalah print (cetak), mereka mengeluh, lelah matanya, jika membaca lewat hape atau tablet digital,” ujar S.S Budi Rahardjo ( CEO majalah Eksekutif).

Dengan dasar itu, majalah MATRA dan majalah eksekutif majalah menjadi referensi di sejumlah perpustakaan Universitas dan Akademi. Mereka sengaja berlanganan dan minta dikirim yang cetak, walau e-magazine bisa tersedia dengan mudah.

Inilah yang disebut era digital, tapi majalah cetak justru menjadi ekslusif dan diminati banyak tokoh. Posisi majalah eksekutif dan MATRA diterima di kalangan pengusaha dan pengambil keputusan di republik ini.

Isi bacaan yang tidak dimiliki oleh media sejenis, berupaya menghadirkan analisa yang diharapkan menjadi inspirator bagi dunia ekonomi dan bisnis yang ada di Indonesia dan Internasional. Majalah eksekutif juga mengupas tokoh, serta memberikan uraian yang khas.

Baik majalah eksekutif dan MATRA, menyajikan Liputan dan Gaya Hidup khususnya pebisnis juga kaum pria trendy. Lebih kritis dan mendalam untuk setiap berita yang ditampilkan. Analisa lebih jernih, karena tidak terkontaminasi kepentingan.

Selalu mengikuti etika dan aturan main jurnalistik. Senantiasa inovatif dalam penyajikan, baik redaksional maupun disain.

Penulisan di media cetak memungkinkan tulisan yang dipublished melewati ”mata” kedua, ketiga, keempat, dan seterus nya, sehingga lebih akurat dalam memverifikasi tulisan.

”Mata” yang dimaksud adalah tulisan reporter melewati redaktur, kepala desk, editor bahasa, redaktur pelaksana, pemimpin redaksi.

Deadline media cetak yang lebih panjang pada media konvensional seperti majalah eksekutif, memungkinkan penulis mencari lebih banyak sumber agar tulisannya lebih berkualitas.

Sumber tulisan itu bisa dari satu di kepustakaan, observasi, maupun nara sumber.

Majalah eksekutif dan media cetak semacam MATRA, diuntungkan karena terbit secara rutin sebulan sekali, ada rapat perencanaan, liputan, konfirmasi (crosscek), hingga disain yang lebih baik.

Sebagai majalah bisnis pertama di Indonesia versi Museum Rekor Indonesia juga MATRA sebagai gaya hidup pria, memainkan peran jurnalistik cetak (printed media) dengan lebih kredibel.

Dalam jurnalistik cetak untuk dibaca oleh pembaca ia melalui “banyak tangan” yang sengaja atau tidak disengaja turut melakukan penyuntingan. Sang layouter, misalnya, seringkali menemukan judul atau naskah yang salah ketik atau salah eja.

Karena proses yang rumit itu pula, karya jurnalistik cetak lebih dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan (kredibilitas dan akuntabilitas).

Karakter lain, penggunaan bahasa jurnalistik dalam jurnalistik cetak diberlakukan secara ketat karena keterbatasan halaman/ruang atau sangat memengaruhi layout/tata letak.

Bahwa masuk dalam survei online ekonomi bisnis yang diperhitungkan, manajemen eksekutif bersyukur dan berupaya untuk serius membenahi online untuk mendukung majalah cetak (print).

Di tengah gempuran dan maraknya kemunculan berbagai medium untuk menyampaikan pemberitaan, saat ini posisi media cetak masih cukup merebut hati beberapa kalangan (generasi tua) masyarakat Indonesia.

Media massa yang ‘menjual’ berita dituntut untuk selalu mengutamakan kebaruan atau kesegaran informasi.

Redaksi/Iklan: Jl Ampera Raya no 59, Kemang Jakarta Selatan.

Jika Anda ingin bekerjasama? silahkan hubungi Wa: 0816-1945288

Klik: majalah eksekutif (cetak) edisi Terbaru

Eksekutif TV: Klik ini

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klik aja

Translate »