Nilai dari Orangtua Cegah Anak Terpapar Hal Negatif di Internet

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Peter Eio, Former President at LEGO Group pernah mengatakan untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia bahwa generasi anak-anak telah melampaui orang tua mereka dalam menggunakan teknologi baru. Namun, orangtua masih bisa memegang andil dalam menangani anak dan memberikan nilai yang akan menjadi bekal menghalau hal negatif akibat pengaruh internet.

“Kita pegang andil namun kita perlu berdiri dengan kerendahan hati untuk bisa memahami anak-anak. Iya ya zaman sekarang anak-anak lebih pintar, jadi tugas kita sebagai orangtua untuk tidak memungkiri hal itu dan mengejar ketertinggalan dalam memahami teknologi,” sebut Fiona Damanik, Konselor di Universitas Multimedia Nusantara saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat I, Senin (27/9/2021).

Dia mengatakan, harus ada pera  orang tua sebagai pembimbing anak untuk belajar teknologi dan mengejar ketertinggalan. Sebab anak memerlukan pembimbing yang mau masuk ke dunia mereka. Jangan memaksa anak ikuti orang tua, sebab pola asuh saat ini berbeda dengan cara orangtua dulu. Namun masuklah ke dunianya anak dengan memaknai berbagai aktivitas anak, misalnya saat anak asyik bermain game dan membuka internet.

Orangtua pun dapat memberikan pendekatan kepada anak dan memaparkan konsekuensi logisnya dari internet dan terlalu banyak main game. Menurutnya hal-hal buruk yang ada di internet memang tidak terbendung, akan tetapu kebiasaan bagi anak yang dibangun oleh para orang tua misalnya nilai-nilai budaya dan etika di keluarga akan menjadi filter untuk menyaring hal negatif yang diterima anak dari dunia luar termasuk internet.

“Warisan yang tidak akan pernah habis adalah nilai yang tertanam dari orang tua,” katanya lagi.

Webinar Literasi Digital wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber Maria Natasya, seorang Graphic Designer, Daniel Hermansyah, CEO of Kopi Chuseyo dan Iman Darmawan, Fasilitator Public Speaking.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 12 kali dilihat,  12 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *