BERBISNISNasional

I Nyoman Dhamantra “Tergerak” Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Anak Zaman Now

Views

Kita Punya Pancasila Sebagai Perekat Bangsa Yang Majemuk,

Pancasila di mata I Nyoman Dhamantra.  Mantan anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mewakili Dapil Bali.

Sosok yang sangat humble ini merupakan pengusaha besar di Bali. Ia juga aktivis kebudayaan.

Mantan pengusaha alat-alat militer ini, sangat prihatin terhadap tergerusnya kebudayaan nasional karena banyak masuknya kebudayaan-kebudayaan asing.

I Nyoman Dhamantra adalah pencetus revisi dari UU Provinsi Bali.

Pada masa kerja 2014-2019 Nyoman duduk di Komisi VI yang membidangi perindustrian, perdagangan, koperasi, investasi dan BUMN.

Di hari lahir Pancasila ini, Nyoman “tergerak” kembali men-sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara ke jaringan media digital, khususnya ke kaum milenial.

Dijelaskan Damantra, Empat Pilar Kebangsaan telah mempersatukan Indonesia sebagai negara besar yang terdiri dari ribuan pulau, suku, budaya, dan bahasa.

“Karena kita punya Pancasila sebagai perekat bangsa yang majemuk, maka masyarakat harus menyadari itu. Masyarakat harus memahami Pancasila sebagai ideologi,” ujarnya dalam wawancara ekslusif dengan Majalah Eksekutif.

Damantra mengatakan, sudah menjadi tugas bersama, untuk membantu pemerintah dalam mensosialisasikan dan mengawal penerapan 4 pilar di tengah masyarakat.

“Sebab, hanya dengan begitu, kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi nasional dan kedaulatan rakyat bisa terwujud,” ujarnya panjang lebar.

Dhamantra mengilustrasikan kaitan Pancasila dan kesejahteraan masyarakat, bahwa demokrasi politik (Pancasila) tanpa diikuti dengan demokrasi ekonomi (Pancasila) hanya akan jadi persoalan.

Era reformasi yang menginginkan keterbukaan dalam berpolitik gagal mensejahterakan publik.

Alih–alih mensejahterakan publik, demokrasi politik justru terjebak pada demokrasi liberal sehingga dalam aspek ekonomi juga terjadi liberalisme.

“Akibatnya lahir sekelompok elite yang menguasai sumber-sumber kekayaan negara,” katanya menegaskan.

Sebagai putra asli Bali, ia pun berpesan untuk generasi muda di Bali, khususnya.

Didorong untuk membangun semangat kerja keras dan gotong royong. Bangsa yang kalah adalah karena generasinya yang lemah. Bagi Damantra, cita-cita menjadi pemimpin harus disiapkan.

“Jika anda tidur, Anda adalah pemimpi. Kalau Anda bangun tidur dan Anda bekerja, anda adalah pemimpi sejati,” ujarnya.

“Saya dan kita semua, ingin melihat bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Tidak hanya menjadi bangsa konsumtif tapi harus produktif,” sambungnya

Para pemuda pemudi di Bali disarankan, harus mampu bersaing di segala bidang seperti menguasai teknologi, mengingat persoalan dan tantangan kebangsaan juga kian kompleks.

Perhatian generasi muda pada nilai-nilai luhur bangsa itu adalah modal dasar munculnya generasi muda yang berkualitas, berkarakter dengan rasa nasionalisme tinggi dan gemar bekerja keras.

“Generasi muda yang berkarakter kebangsaan yang kuat dan pekerja keras akan mampu menjadi penyelamat negara ini termasuk menjadi pimpinan nasional,” demikian kata I Nyoman Dhamantra.

kolom I Nyoman Dhamantra: #pencet ini

“Saya dan kita semua, ingin melihat bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Tidak hanya menjadi bangsa konsumtif tapi harus produktif.”

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas