BERBISNIS

OMRON Healthcare Indonesia dan Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH) Rekomendasikan CERAMAH untuk Menghindari Stroke dan Serangan Jantung

183Views

Ket.Foto : (ki-ka ) :  Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S, Anggota Dewan Pembina dan Badan Pengawas InaSH; dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH; Ketua Umum InaSH; Yoshiaki Nishiyabu, Managing Director, PT. OMRON Healthcare Indonesia; Hendriko Norman, Marketing Manager, PT OMRON Healthcare Indonesia

 

Hipertensi yang kerap disebut ‘the silent killer’ merupakan penyakit yang paling banyak disandang masyarakat. Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat menyebabkan stroke, penyakit jantung, diabetes dan gagal ginjal, yang semuanya melibatkan biaya tinggi untuk rumah sakit, dokter dan obat-obatan. Badan Perawatan Kesehatan dan Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) mencatat biaya layanan hipertensi terus meningkat dari Rp2,8 triliun pada 2017 menjadi Rp3 triliun pada 2018.

Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran pada penduduk usia 18 tahun mencapai 34,1%. Dari angka tersebut, sebanyak 8,8% terdiagnosis hipertensi dan 13,3% orang yang terdiagnosis hipertensi tidak minum obat dan 32,3% tidak rutin minum obat. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderita hipertensi tidak mengetahui kondisinya sehingga tidak mendapatkan pengobatan.

Menjawab hal ini, OMRON Healthcare Indonesia dan Indonesian Society of Hypertension (InaSH) bekerja sama demi meningkatkan kesadaran hipertensi dan menekankan pentingnya pemantauan tekanan darah di rumah secara teratur bagi mereka yang berisiko tinggi terhadap penyakit ini.

Untuk itu OMRON, produsen terdepan di segmen alat tensimeter digital dan Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH) bekerja sama untuk berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Tanah Air dengan merekomendasikan pemeriksaan tekanan darah secara berkala di rumah melalui program  CERAMAH (Cek Tekanan Darah di Rumah) yang telah diluncurkan sejak tahun lalu.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi terkadang tidak memiliki tanda-tanda atau gejala, dan bisa terjadi pada siapa saja. Kebanyakan penderitanya tidak menyadari, sehingga bisa berbahaya karena bisa menyebabkan komplikasi kesehatan.

Biasanya, serangan jantung dan stroke kerap terjadi di rumah, bukan di rumah sakit atau klinik. Serangannya pun tak bisa diprediksi. Ini pentingnya penderita hipertensi mengubah gaya hidup mereka dan mulai melakukan pemeriksaan tekanan darah di rumah secara teratur.

Menurut Yoshiaki Nishiyabu, Managing Director, PT. OMRON Healthcare Indonesia mengungkapkan bahwa hipertensi begitu cepatnya  meluas di kalangan masyarakat Indonesia, oleh karenanya  deteksi awal dan pemantauan secara berkelanjutan sangatlah penting.

“Jika tidak dirawat dan dipantau dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang mengancam nyawa. Masyarakat dari semua kelompok umur perlu disadarkan atas bahaya hipertensi dan cara pencegahannya, termasuk pemeriksaan tekanan darah sendiri di rumah,” ungkap  Nishiyabu saat pemaparan produk OMRON di Jakarta, Kamis ( 19/09/2019).

“Sebagai solusinya, OMRON Healthcare Indonesia akan terus bekerjasama dengan berbagai organisasi kesehatan dengan menawarkan peralatan kesehatan yang andal dan mudah digunakan untuk membantu pengguna memantau tekanan darah mereka pada batasan yang sehat dan normal,” jelasnya.

Menurutnya, Data yang dipantau berperan sangat penting untuk memberi informasi ke dokter, yang kemudian dapat memanfaatkannya untuk memberikan pengobatan secara efektif.

“Kami senang bisa bekerja sama dengan Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH). InaSH akan sangat membantu kami mencapai visi dalam kampanye global OMRON bertajuk ‘Zero Event’, yang bertujuan mengurangi insiden terjadinya penyakit yang mengancam jiwa, yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi, sampai tak ada sama sekali,” tambahnya.

Lebih jauh Nishiyabu menambahkan, OMRON terus berkomitmen membantu mewujudkan masyarakat sehat dengan nol kasus serangan jantung, stroke, dan lainnya. Masyarakat tidak ditentukan oleh usianya, namun keinginannya untuk hidup lebih sehat dan lebih lama. Melalui inisiatif ‘Zero Event’, OMRON secara global menjalin kerjasama dengan pihak-pihak dengan tujuan sama.

Di Indonesia, OMRON mendukung InaSH dalam menyebarkan pesan-pesan mengenai bahaya hipertensi dan pentingnya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala di rumah.

Pemeriksaan tekanan darah secara teratur di rumah terbukti sukses memantau hipertensi, efek pengobatan, mendeteksi hipertensi yang belum terlihat, gejala yang sulit dikenali serta tetap membuat dokter bisa mengawasi hasil pantauan. OMRON berharap, inisiatif ‘Zero Event’ bisa membantu menekan jumlah penderita tekanan darah tinggi dengan menyediakan teknologi canggih dan produknya.

“Ini sejalan dengan komitmen OMRON untuk membangun masyarakat dengan kehidupan yang      sehat dan nyaman dengan mempromosikan pencegahan penyakit yang berawal dari gaya hidup tidak sehat. Komitmen utama kami adalah membantu masyarakat menjalani hidup sehat dengan menyediakan teknologi yang canggih, bermanfaat dan terjangkau,” tambah Nishiyabu

Ketua Umum InaSH dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, mengungkapkan bahwa  Hipertensi merupakan penyebab kematian (mortality) dan kesakitan (morbidity) terbanyak di seluruh dunia baik di negara yang sedang berkembang maupun di negara yang sudah maju.

Di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan RI (2018), prevalensi hipertensi adalah sebesar 34,1% dari populasi usia dewasa dan menjadi penyebab utama gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah.

Karena itu  menurut  dr. Tunggul, perlu upaya Gerakan Peduli Hipertensi (GPH) sebagai bagian dari Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) sebagai upaya pencegahan.

“Saat ini ada paradigma baru dalam tatakelola hipertensi, yang meliputi diagnosis, klasifikasi, pilihan obat-obatan dan target tekanan darah yang harus dicapai, yang telah disarikan dari berbagai panduan tentang hipertensi yang ada,” ungkap dr. Tunggul pada kesempatan yang tersebut.

“InaSH kemudian merangkumnya dalam Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi 2019, yang diluncurkan pada bulan Februari yang lalu. Diagnosis hipertensi tidak lagi hanya didasarkan atas pengukuran tekanan darah di rumah sakit atau klinik praktik dokter, yang disebut dengan “Office Blood Pressure”, tapi dianjurkan untuk melakukan pengukuran tekanan darah di rumah atau disebut “Out of Office Blood Pressure” dimana CERAMAH (Cek Tekanan Darah di Rumah) termasuk dalam kategori ini,” jelasnya.

Sementara Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S, Anggota Dewan Pembina InaSH menyampaikan, Riset yang dilakukan oleh InaSH menunjukkan, 63% pasien hipertensi mengonsumsi obat antihipertensi tanpa pemantauan.

“Ini juga menunjukkan, sebagian besar pasien tidak melakukan cek tekanan darah secara teratur dan mandiri di rumahnya. Banyak studi menunjukkan, CERAMAH memiliki nilai prognostik yang lebih baik dibandingkan hanya pemeriksaan tekanan darah di rumah sakit. CERAMAH juga meningkatkan kepatuhan pasien dan mendeteksi keberadaan masked hypertension (hipertensi terselubung) dan whitecoat hypertension (hipertensi jas putih),” ujar Dr. dr. Yuda pada kesempatan yang sama.

Menurutnya, kampanye CERAMAH  yang diluncurkan pada 2018 sebagai upaya untuk menurunkan prevelansi hipertensi yang saat ini masih tinggi di Indonesia (1 dari 3 orang Indonesia terkena hipertensi).

CERAMAH memiliki sejumlah manfaat dibandingkan pengukuran tekanan darah secara konvensional di klinik, diantaranya:

  1. Menunjukkan hasil pengukuran tekanan darah secara periodik pada hari, pekan, dan bulan yang berbeda.
  2. Pengukuran dilakukan di lingkungan yang familiar dan nyaman, dibandingkan di klinik atau fasilitas kesehatan yang bisa mengintimidasi sehingga bisa mencegah munculnya hipertensi terselubung dan hipertensi jas
  3. Memantau tekanan darah di rumah terkait erat dengan memantau potensi kerusakan organ akibat hipertensi serta bisa memprediksi kejadian kardiovaskular dengan lebih baik dibandingkan pengukuran konvensional di
  4. CERAMAH lebih nyaman bagi pasien yang butuh memantau dan mencatat pengukuran, serta menunjukkan peningkatan kepatuhan pasien terhadap terapi dan tingkat pengendalian Selain itu, dibandingkan pengukuran ambulatory blood pressure yang hanya bertahan 24 jam, CERAMAH bisa mengukur dan mendeteksi tren tekanan darah dari hari ke hari.
  5. CERAMAH juga menunjukkan penilaian dan pengawasan variabilitas tekanan darah (VTD) yang bisa memprediksikan insiden stroke lebih baik, dibandingkan penilaian risiko kardiovaskular secara konvensional dan pengukuran tekanan darah di klinik. Risiko tinggi terhadap kejadian kardiovaskular meningkat ketika rata-rata pengukuran tekanan darah di rumah pada pagi dan malam hari menunjukkan tekanan darah sistolik di atas 145 mmHg dan jika tekanan darah sistolik di klinik di atas 150 mmHg.Pasien dengan tekanan darah sistolik yang tinggi di pagi hari memiliki risiko kejadian kardiovaskular yang tinggi meskipun tekanan darah sistolik di klinik normal. Studi lainnya menyatakan, tekanan darah sistolik di atas 155 mmHg seringkali berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit koroner arteri hingga enam kali lipat.

6.  CERAMAH bisa digunakan sebagai metode untuk mengedukasi pasien hipertensi untuk meningkatkan pengertian terhadap penyakit mereka dan hal-hal yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Ini menjadikan CERAMAH sebagai metode yang lebih baik untuk terapi jangka panjang berkelanjutan dan kerap dilakukan bersamaan dengan pengukuran ambulatory blood pressure sebagai metode pengawasan tekanan darah.

7. CERAMAH adalah metode tambahan yang akurat untuk mendiagnosa hipertensi jika menggunakan alat yang sudah divalidasi dan pengukurannya dilakukan dengan benar, sehingga membantu menentukan terapi apa yang harus dilakukan, serta tak hanya mengandalkan tekanan darah di klinik

OMRON Berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, OMRON HEALTHCARE menyediakan peralatan medis inovatif untuk terapi dan memantau kesehatan yang telah terbukti secara klinis.

Produk- produk OMRON meliputi alat ukur tekanan darah, nebulizer, termometer elektronik, alat ukur glukosa darah, activity counter, alat ukur komposisi tubuh dan perangkat medis profesional.

 

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: