Orang Tua Perlu Jadi Top of Mind Anak di Era Digital, Simak Caranya

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM – Pengasuhan anak di era digital berbeda dengan cara mengasuh sebelum hadirnya gadget dan internet. Hellen Citra Dewi, Psikolog dan Trainer SEJIWA menyampaikan saat ini ada banyak isu online pada anak.

Isu-isu tersebut di antaranya, online grooming, cyber bullying, hoaks, cyber crime, adiksi online games, dan adiksi pornografi.

Isu-isu ini tidak hanya dirasakan oleh anak-anak, sebagai orang dewasa pun masih banyak yang merasakan ini.

“Hal lain lagi yang dekat dengan diri kita, yaitu perilaku kita atau kebiasan kita sehari-hari di era digital. Dapat dilihat di gambar, di mana ada tiga orang yang sibuk dengan gadgetnya. Tidak ada lagi interaksi hangat atau sapaan,” ujar Hellen selaku pembicara dalam Webinar Literasi Digital di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/7/2021).

Gadget membuat tidak sedikit orang menjadi kurang peka terhadap keadaan sekitar. Pola perilku yang terjadi di dunia digital membuat kita terhanyut dari dunia nyata.

Dengan berbagai macam isu online dan kebiasaan dalam dunia digital tersebut, apakah orang dewasa mampu membangun anak menjadi netizen unggul?

Netizen unggul adalah netizen yang cerdas, berkarakter, dan mandiri. Cerdas juga dapat dikatakan sebagai kemampuan memilah konten di dunia digital dan bertanggung jawab.

Kemudian, mempunyai keterampilan yang baik dengan memanfaatkan teknologi digital secara cerdas dan bijak.

Hellen mengatakan juga, netizen unggul harus memiliki social skills yang baik dan mampu berinteraksi, berempati, bertanggung jawab, disiplin, serta kebiasaan baik di dunia nyata maupun dunia digital.

“Kita hidup di era digital juga ada komunikasi di dalamnya. Untuk itu kita perlu menjadi orang yang punya komunikasi asertif,” kata Helen.

Asertif ini kita mampu menghargai, mendengarkan orang lain, serta mengutarakan pendapat kita dengan baik. “Jangan juga menjadi orang pasif yang pasrah dan hanya ikut-ikut,” jelasnya.

Hellen menyampaikan, dalam mendidik anak di era digital. Orang tua harus mampu menjadi top of mind bagi anak saat anak mengalami masalah.

Orang tua top of mind dapat dilakukan dengan menerapkan konsep FAB (fungky, asyik, dan bergaul).

Konsep FAB ini menjadikan orang tua menyenangkan, mampu mendengarkan anak, serta terbuka dengan anak. Sering kali orang tua melupakan hal itu pada anak-anak mereka.

Hellen memaparkan cara untuk menjadi orang tua top of mind di antaranya:

  1. Cakap di dunia digital agar mendapat respect dari anak,
  2. Memahami aturan-aturan di dunia digital serta konten postifi yang dapat dibagikan kepada anak,
  3. Mencegah konten negatif untuk dikonsumsi anak dengan mendampingi anak secara bijak di dunia digital,
  4. Memasang fitur kontrol orang tua di gadget anak, serta menjelaskan dan mendiskusikan bersama anak alasan-alasannya.

Penggunaan gadget pada anak memiliki tiga hal penting. Pertama, sreen time yakni durasi penggunaan gadget agar anak tidak kecanduan.

Kedua, free screen zone, yaitu ruangan di mana tidak seorangpun boleh menggunakan gadget pribadi.

Free zone ini juga harus diterapkan secara konsisten oleh orang tua sebagai contoh kepada anak. Ketiga, screen breaks, yakni waktu untuk istirahat dalam penggunaan gadget.

Menurut Hellen, orang tua jangan pernah membelikan anak gadget pribadi saat masih di bawah umur. Pinjamkan anak personal HP orang tua.

Alasannya karena jika anak dibelikan gadget, maka akan menggunakan gadget itu semaunya tanpa batasan waktu dan adanya rasa memiliki hak atas gadget tersebut.

Hindari memberikan gawai untuk menenangkan anak. Alihkan menjadi kegiatan positif dibandingkan menyediakan gawai saat anak sedang tantrum.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/7/2021) juga menghadirkan pembicara, Monica Eveline (Digital Strategist Diana Bakery), Vivi Andriyani (Marcomm & Promotion Specialist), Reza Hidayat (CEO OREIMA FILMS), dan Manda Utoyo.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 67 kali dilihat,  67 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *