Pandemi Mempercepat Transformasi Digital dan Menuntut Masyarakat Adaptif

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Data We Are Social tahun 2021, sebanyak 202,6 juta penduduk Indonesia telah menggunakan internet. Dari total 272,1 juta keseluruhan penduduk, di antaranya 170 juta menggunakan media sosial. Kini dengan adanya teknologi internet semua menjadi lebih mudah dan murah.

Dee Rahma, seorang Digital Marketing Specialist mengatakan ada perubahan interaksi sosial yang nyata dengan adanya digitalisasi, terlebih pandemi membuat semuanya dilakukan melalui ruang virtual. Dari zaman internet ini kini ada banyak platform yang muncul untuk edukasi, entertaiment seperti musik, film kita bisa akses semua.

“Kita tidak bisa ke bioskop tapi bisa mengakses berbagai platform film streaming atau musik streaming,” katanya saat menjadi nara sumber di webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I, pada Rabu (3/11/2021).

Dia mengatakan pandemi dan keberadaan teknologi ini merupakan salah satu transformasi digital Indonesia yang mengalami percepatan akselerasi selama pandemi, karena itu merevolusi cara masyarakat berinteraksi sosial. Transformasi digital di era industri 4.0 pun tidak hanya dari sisi sosial saja, industri pabrik sudah mengalami otomatisasi dengan teknologi robot agar lebih efisien memproduksi dan mendistribusikan barang menggunakan cloud technology, big data, virtual assistant 24 jam.

“Fenomena revolusi masif ke perubahan interaksi di era digital kita sudah harus menggunakan internet di setiap aspek kehidupan kita. Bahkan dari transaksi digital, ketika di rumah harus belanja online, pakai e-banking, e-money, juga interaksi sosial secara virtual dan telemedicine,” tuturnya.

Fenomena revolusi masif dan perubahan interaksi sosial juga terjadi pada dunia pendidikan di mana internet juga digunakan untuk belajar online baik sekolah, kuliah, dan kursus. Bekerja kini dilakukan secara remote dan tidak wajib setiap hari pergi ke kantor. Dengan begitu wifi pun sudah menjadi kebutuhan pokok.

Dengan segala perubahan yang terjadi ini, perlu adanya perubahan pola pikir dan sikap adaptif terhadap budaya digital. Informasi yang semakin terbuka membuat setiap orang harus menyaring segala sesuatunya sebelum menyebarkan. Rajin adaptasi menambah skill  baru sesuai kebutuhan industri era digital dan berfikir lebih kritis terhadap apa yang bisa dilakukan agar lebih produktif dengan adanya budaya digital baru tersebut.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Syarief Hidayatulloh, Digital Strategist Hello Monday Morning, Aditya Nova, Ketua Jurusan Hotel & Pariwisata IULI, Idayanti Sudiro, Certified Life & Wellness Coach, Michiko Utoyo, seorang Mompreneur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *