BERBISNIS

Pasar dan Pebisnis Wait & See Kabinet Baru

Penyerahan penghargaan: Founder Kahmipreneur, Kamrussamad (paling kiri) menerima penghargaan usai menjadi narasumber di acara bertajuk “Tadarrus Ekonomi” dengan tema “Menakar Stabilitas Pasar Pasca Pemilu 2019”, pada Minggu Sore (7/7), di Kantor Sekretariat PB HMI, Jakarta Selatan.
MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

Pasar dan para pelaku usaha, masih akan menunjukkan sikap wait & see atau menunggu pengumuman kabinet baru untuk mulai merealisasikan rencana bisnis maupun investasi yang akan dilakukan ke depan. Founder Kahmipreneur, Kamrussamad menilai sikap itu dilakukan karena mereka masih mencermati dan menunggu keputusan pengumuman kabinet baru, terutama yang terkait sektor ekonomi, bisnis, dan investasi .

Pemerintah saat ini masih meyakini bahwa prospek ekonomi di Indonesia pasca Pemilu 2019 memiliki kondisi perekonomian yang baik menyusul suksesnya penyelenggaraan Pemilu 2019, meski berjalan penuh dengan dinamika, sehingga membuat pasar, pelaku usaha, maupun investor wait & see. Sikap ini mungkin akan berlangsung sampai adanya pengumuman kabinet baru, karena menunggu keputusan dan kepastian terkait sektor-sektor yang ada hubungan dengan dunia ekonomi, bisnis dan juga investasi.

“Bagi kami, siapa pun yang akan mengisi kursi kabinat, sebenarnya tidak ada masalah. Yang penting harus benar-benar kapabel, memiliki integritas, visi, misi yang kuat untuk memajukan negeri dan anak bangsa. Terkait entrepreurship, tentu saya berharap benar-benar ada keberpihakan untuk pemberdayaan pengusaha lokal sebagai anak bangsa, termasuk para startup yang kini mulai banyak bermunculan di kalangan millenial,” ungkap Founder Kahmipreneur, Kamrussamad kepada pers, usai menjadi pembicara dalam kegiatan bertajuk “Tadarrus Ekonomi” dengan tema “Menakar Stabilitas Pasar Pasca Pemilu 2019”, pada Minggu Sore (7/7), di Kantor Sekretariat PB HMI, Jakarta Selatan.

Menurutnya, gelagat arah membaiknya perekonomian nasional pasca Pemilu,yang lebih baik mulai berembus yang dapat memberikan optimisme dan ekspektasi pasar ke arah positif yang juga diperkuat oleh data neraca perdagangan yang menunjukkan kinerja positif. Di katakan untuk menjadi negara yang maju dan kuat secara ekonomi, entrepreneur atau wirasuaha harus diperkuat, baik jumlah maupun kualitasnya.

Founder Kahmipreneur, Kamrussamad (kiri) saat menyampaikan paparannya dalam diskusi yang diadakan HMI Pusat -Jakarta.

“Inilah yang mendasari KAHMIPreneur yang menciptakan pengusaha muda untuk terjun dalam menciptakan entrepreneur handal, berpartisipasi menjadi salah satu narasumber diajang bergengsi bertajuk Tadarrus Ekonomi yang mengambil tema ‘Menakar Stabilitas Pasar Pasca Pemilu 2019, sekaligus mendorong kaum muda untuk menjadi wirausahawan,” ujarnya.

Dikatan, KAHMIPreneur merupakan program inspiratif dalam menciptakan pengusaha muda dalam membuka wawasan serta terjun dan berkecimpung langsung dalam usaha entrepreneur. Sehingga bisa mencipta lapangan kerja dalam segala bidang, sekaligus mewujudkan kemandirian di bidang ekonomi serta untuk mengorbarkan semangat para pemuda pemudi Indonesia dalam momentum mencetak entrepreneur yang handal.

Sebagai penggagas KAHMIPreneur, Kamrussamad juga telah sukses menggelar Ajang Nasional bertajuk ‘Indonesia Young Entrepreneur Summit’ yang telah berlangsung dibeberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, Sragen dan Lombok yang diikuti oleh pelaku usaha, entrepreneur, start-up dan mahasiswa. “Kami sangat antusias dan bangga dapat menjadi salah satu elemen untuk menggerakkan semangat wirausaha di Tanai Air. Saya berterimakasih kepada HMI yang telah mempercayakan dan memberi kesempatan Kahmipreneur untuk bertukar pikiran pada acara ini”, ujar Kamrussamad.

Ke depan, KAHMIPreneur siap untuk selalu berkoordinasi dan bersinergi dalam memastikan kondisi perekonomian dan pasar keuangan tetap kondusif. Dengan menjaga stabilitas sektor keuangan sebagai sektor strategis dalam menjaga perekonomian Indonesia. Saat ini KAHMIPreneur mengedepankan aspek kewirausahaan, sesuai dengan program KAHMIPreneur untuk melatih, mentoring, membuka akses permodalan, akses pemasaran, akses teknologi digital dan akses manajemen modern agar bisnis alumni HMI bisa tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan kemandirian ekonomi umat.

Ditambahkannya, di era digitalisasi saat ini, yang menjadi sorotan dalam persaingan saat ini entrepreneur harus lebih kreatif, baik dalam menghasilkan produk maupun memasarkannya. Oleh karenanya, pihaknya juga membuka sebuah harapan untuk bisa berdiskusi terkait market dengan produk yang dihasilkan oleh anggota KAHMI. Pembicara lain di forum tersebut antara lain Erwin Aksa (Komisari Utama Bosowa Group), dan Rusli Abdullah (Ekonom/ Peneliti Indef). (ACH)

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas