BERBISNIS

Peduli Masalah Sampah – Bank DBS Indonesia Prakarsai Gerakan Recycle more, Waste less

Views

 

 

Ket : Foto (ki-ka) :

Executive Director, Head of Marketing Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika; Director Marine & Fisheries WWF-Indonesia, Imam Musthofa; Direktur dan Founder Waste4Change, Bijaksana Junerasano; Founder Cleanomic; Direktur Pengelolaan Sampah Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dr. Novrizal Tahar; Denia Isetianti Permata; Founder Evoware, David Christian; dan Operation Manager Krispy Kreme, Dinda Paramitha .

 

Permasalahan sampah di Indonesia kini semakin menghawatirkan kehidupan dan lingkungan hidup kita. Hal itu bisa tergambarkan dari berbagai data tentang masalah sampah yang ada di Indonesia. Seperti permsalahan jumlah sampah yang semakin menggunung di tempat pembuangan sampah seperti di TPS BantarGebang Bekasi. Setiap hari saja, ada ribuan truk yang membawa sampah yang dibuang di tempat tersebut.

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK), sampah di Indonesia diperkirakan akan mencapai 68 juta ton pada tahun 2019 dan 9,52 ton diantaranya merupakan sampah plastik.

Selain jumlahnya yang sangat banyak, masalah  lain juga adalah soal pengelolaan sampah yang masih dianggap  sangat kurang. Data menunjukan bahwa pengelolaan sampah yang benar baru mencapai 30 an % saja, sementara yang lainnya masih belum terkelola dengan baik. Masalah sampah lainnya yang belakangan mencuat adalah semakin banyak sampah plastik yang sampai ker laut dan mengganggu ekosistem laut. Seperti baru-baru ini survey menunnjukan bahwa diperut ikan telah ditemukan sejumlah sampah plastik yang jumlahnya cukup banyak.

Berdasarkan data  yang dikeluarkan oleh KLHK, komposisi sampah sisa makanan di Indonesia menjadi yang paling tinggi yaitu sebesar 44 persen dalam komposisi sampah nasional sepanjang 2018, sementara plastik menjadi penyumbang sampah terbesar di dunia dengan persentase 15 persen.

Dengan adanya berbagai permasalahan sampah tersebut kini  Indonesia menjadi negara nomer 2 di dunia yang paling banyak menghasilkan sampah, sebuah predikat jelek yang sangat memprihatinkan.

Oleh karenaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan pengurangan sampah Indonesia sebesar 30 persen pada 2025. Pemerintah Indonesia juga  bertekad mewujudkan Indonesia Bersih Sampah 2025.

Dlm upaya mendukung misi tsb, Bank DBS Indonesia menginisiasi gerakan peduli lingkungan bernama “Recycle more, Waste less” yg bekerja sama dgn WWF Indonesia, Waste4Change, Cleanomic, Zero Waste Indonesia, Evoware, dan Weekend Workshop. Selain komunitas, Bank DBS Indonesia jg bekerja sama dgn berbagai mitra retail chains yaitu Krispy Kreme, Cinema XXI & Premiere XXI, All Fresh dan Kota Kasablanka.

Menurut Mona Monika, Executive Director, Head of Group Strategic and Marketing Communications PT Bank DBS Indonesia, Gerakan  tersebut  merupakan perpanjangan dari misi perusahaan Live more, Bank less ini diharapkan dapat membawa perubahan pola hidup dimulai dari kebiasaan sehari-hari seperti mengurangi penggunaan plastik dan styrofoam hingga kebiasaan membuang makanan.

Dalam mewujudkan lingkungan bersih sampah menurut Mona, masyarakat dapat berpartisipasi dengan cara pledging di microsite Bank DBS Indonesia, go.dbs.com/id-rmwl, yang akan langsung terhubung ke media sosial masing-masing. Setiap satu dukungan atau pledging akan dihargai senilai Rp1.000,00. Dana yang terkumpul kemudian akan digunakan untuk mendukung program edukasi dan pengentasan masalah sampah di Indonesia. Dukungan dapat dilakukan dengan menekan pilihan ‘Dukung Sekarang’ yang juga akan terhubung langsung dengan media sosial pendukung dalam bentuk pledging.

Masyarakat juga dapat memilih dan mengunduh foto untuk memberikan atau pledging pada microsite kemudian mengunggah template ke media sosial yang dimiliki beserta pesan kebaikan yang tertera pada microsite dengan tagar #RecyclemoreWasteless #IndonesiaBersihSampah2025, dan membagikannya kepada tiga teman. Cara terakhir yang dapat dilakukan adalah mengunggah foto kreasi masing-masing dengan ketentuan yang sama dengan cara kedua.

Hingga saat ini sudah terdapat lebih dari 10.000 dukungan masyarakat yang turut berpartisipasi dalam pledging Recycle more, Waste less sejak fase pertama dijalankan pada April 2019. Angka tersebut akan terus bertambah seiring dengan berjalannya fase kedua dari gerakan Recycle more, Waste less.

“Sebagai institusi perbankan kami ingin mendukung program pemerintah yaitu Indonesia Bersih Sampah 2025 dengan menginisiasi sebuah program peduli lingkungan yang berkelanjutan bernama Recycle more, Waste less untuk memberikan kesadaran peduli lingkungan kepada masyarakat Indonesia dan bagaimana kita bisa mengambil langkah nyata dan membuat perubahan,” ujar Mona saat merilis gerakan tersebut di Jakarta, Rabu (26/06.2019).

Setelah berhasil mengumpulkan lebih dari 10.000 pledging pada fase pertama dengan kerja sama beberapa komunitas dan wirausaha sosial, kami juga akan bekerja sama dengan merchant partner pada fase kedua untuk dapat menyasar lebih banyak masyarakat dengan tujuan menyuarakan gaya hidup yang fokus kepada pengurangan kontribusi sampah dalam kehidupan sehari-hari,”  tambah Mona.

“ Taujuan Gerakan Recycle more, Waste less  ini adalah untuk memberikan kesadaran peduli lingkungan khususnya kepada masyarakat Indonesia melalui edukasi,” tegas Mona.

Mona juga berharap program tersebut akan menjadi pemicu pada pihak lain dan masyarakat, untuk lebih peduli pada masalah sampah dengan mengimplemtasikannya mulai dar diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat dan lingkungannnya.

Sementara itu , Founder Waste4Change,  Muhammad Bijaksana Junerasano yang akrab dipanggol Sano mengungkapkan bahwa lami bekerja sama dengan Bank DBS Indonesia karena seiring dengan misi kami untuk memberikan layanan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab untuk Indonesia bebas sampah.

“Kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti laporan penumpukan sampah ilegal. Melalui gerakan Recycle more, Waste less masyarakat dapat dengan mudah melaporkan penumpukan sampah di sekitar mereka dengan mengambil foto, unggah di media sosial mereka lalu tag lokasi dan akun kami serta Bank DBS Indonesia,” Sano pada kesempatan yang sama.

Hal senada diungkapkan juga oleh Imam Musthofa, Direktur Kelautan dan Perikanan WWF-Indonesia, sebagai organisasi konservasi yang mendukung kelestarian dan keberlanjutan, WWF-Indonesia terus berusaha untuk menjaga, mengelola dan merestorasi ekosistem berikut keanekaragaman hayati yang berada di bentang alam daratan dan lautan Indonesia, demi memajukan kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang.

“Salah satu upaya itu dilakukan melalui dukungan terhadap gerakan Recycle more, Waste less yang diprakarsai oleh Bank DBS Indonesia. Hal ini sejalan dengan pendekatan WWF-Indonesia di mana gerakan kampanye penyadartahuan dan perubahan perilaku yang ramah lingkungan, terutama di kalangan generasi muda, menjadi bagian integral dari strategi besar konservasi, edukasi dan advokasi WWF-Indonesia,”  ujar Imam

Sementara itu, David Christian, Founder Evoware menambahkan pihaknya  sangat mendukung gerakan Recycle more, Waste less .  Hal itu sejalan  dengan tujuan kami hadir menjadi solusi ramah lingkungan untuk masalah limbah plastik dengan meningkatkan gaya hidup ramah lingkungan dan memberikan nilai inovatif bagi masyarakat perkotaan.

“Melalui produk-produk Evoware, manusia berevolusi menjadi lebih dekat dengan alam dan menjalani kehidupan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ungkap David.

Hal itu diungkapkan juga oleh  Denia Isetianti Permata, Founder Cleanomic.  “Kami bekerja sama dengan Bank DBS Indonesia sebagaimana komitmen kami untuk menyediakan produk ramah lingkungan yang terjangkau bagi masyarakat sehingga gerakan Recycle more, Waste less dapat dengan mudah diikuti oleh siapa saja,” ujarnya.

“Bersama Bank DBS Indonesia, kami ingin mengajak masyarakat untuk memulai gaya hidup yang peduli lingkungan dan menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab dalam mengonsumsi serta menghindari pengunaan barang-barang sekali pakai,ujar Denia menambhankan.

Gerakan peduli sampah tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Menurut Direktur Pengelolaan Sampah Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dr. Novrizal Tahar, mengungkapkan bahwa masalah sampah adalah masalah kita semua.

Menurutnya penanggulangan masalah sampah ridak bisa diselesaikan hanya dari salah satu pihak saja, melainkan harus melibatkan semua pihak dan semua elemen masyarakat.

“ Kalau semua pihak dan masyarakat pola pikirnya seperti para penggiat masalah sampah seperti para pendukung acara yang diprakarsai  Bank DBS Indonesia ini, masalah sampah akan selesai,” ujar Novrizal saat memberikan sambutan pada acara tersebut di Jakarta, Rabu ( 26/06/2019).

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »