Pendidikan Era Digital Perlu Dukungan Orangtua dan Guru

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Menurut data Unesco tahun 2020, puncak penutupan sekolah tercatat pada April 2020 ketika sekitar 1,6 miliar pelajar terpengaruh di 194 negara. Terhitung lebih dari 90% dari total pelajar yang terdaftar. Di Indonesia sendiri selama pandemi Covid-19 akhirnya sekolah dilakukan secara online di rumah.

“Sikap belajar berakar pada dukungan yang diterima siswa dari guru dan keluarga. Sikap belajar yang positif dapat meningkatkan prestasi di sekolah dan membantu siswa tetap termotivasi ketika sekolah ditutup,” ujar Alda Dina Bangun, Guru SD Cahaya Bangsa Kota Baru Parahyangan Bandung saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, pada Jum’at (22/10/2021).

Dia mengatakan, sekolah atau pembelajaran anak tidak boleh terbengkalai karena kondisi pandemi atau tidak ada akses sekolah online. Menurutnya generasi sekarang memang tidak hanya harus mengubah apa yang dipelajari, namun juga cara belajarnya. Namun kini adanya sekolah online melalui instruksi digital, siswa belajar sejak dini diajarkan untuk menerima tanggung jawab pribadi yang lebih besar sambil meningkatkan komunikasi dan kerja tim.

Di samping itu, para guru telah didukung melalui pengembangan profesional. Teknologi digital pun dapat memperkaya proses belajar mengajar. Guru maupun dosen dapat memvisualisasikan konsep abstrak dengan cara yang interaktif berkat adanya teknologi. Sehingga pembelajaran lebih menarik dan bisa lebih diingat anak-anak. Meski begitu, terlepas dari semua perubahan yang terjadi setelah transformasi digital tujuan pendidikan tetaplah sama. Pendidikan harus memungkinkan orang untuk berkembang sebagai individu dan memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam kehidupan secara bertanggung jawab.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Sandy Natalia Co-Founder of Beauty Cabin, Irma Nawangwulan, Dosen IULI, Rino, Kaprodi Teknik Informatika Universitas Buddhi Dharma, dan Ryan Samuel, seorang Photographer.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 6 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *