Pendidikan Seksual Sejak Dini, Kiat Orangtua Mencegah Bahaya Pornografi

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Menurut layanan menejemen konten Hootsuit & agensi pemasaran media we are social awal 2021 penggun internet di Indonesia sudah mencapai 202,6 juta. Sejak pandemi berlangsung peningkatan pengguna internet pun begitu pesat, setidaknya ada 170 juta pengguna yang aktif di media sosial.

Nandya Satyaguna, seorang Medical Doctor mengatakan Internet tak hanya dimanfaatkan untuk mencari informasi, ada dampak buruk jika pemahaman tentang bahaya internet tidak orangtua sampaikan pada anak. Terlebih kini aktivitas online anak semakin meningkat sejak pandemi karena digunakan untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Salah satu bahaya internet yang paling dikhawatirkan orangtua kepada anak adalah paparan pornografi memiliki bahaya kecanduan dan merusak fungsi otak di bagian prefrontal cortex,” katanya saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Rabu (6/10/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, pengaruh pornografi pada otak akan menyebabkan penurunan fungsi prefrontal cortex sehingga orang mudah berbohong, harga diri dan konse diri menurun, depresi, sulit konsentrasi, sulit berpikir kritis, sulit menahan diri, hingga gangguan bersosialisasi yang mengarah penyimpangan seksual, mengarah pada kekerasan seksual, dan seks bebas.

Karena itu orangtua perlu memberikan pendidikan seksual sesuai usia anak dan memperkenalkan konsep berinternet aman pada anak. Dia pun memberikan beberapa arahan tentang pendidikan seksual anak sejak dini, antara lain untuk usia 0-3 tahun, orangtua perlu memberikan pengenalan mengenai organ kelamin, perilaku sehari-hari dan menanamkan rasa malu.

Selanjutnya saat anak berusia 4-5 tahun, orangtua perlu memberi pengetahuan terkait bagian tubuh pribadi, perbedaan laki-laki dan perempuan, bagaimana bayi bisa berada di rahim ibu. Di usia anak saat 6-8 tahun, orangtua juga perlu mempersiapkan masa pubertasnya.

Usia anak ketika menginjak 9-12 tahun, orangtua berkomunikasi dengan anak mengenai perubahan yang akan terjadi. Tentang menstruasi, ereksi dan ejakulasi, mengajarkan harga diri dan norma dalam masyarakat. Kemudian meski beranjak remaja di usia 13-18 tahun, orangtua tetap perlu memberi pemahaman anak apalagi di usia tersebut anak cenderung sudah mengenal pacaran. Terutama mengenai perasaan dan cinta, keintiman dan cara mengatur batasan dalam hubungan dengan lawan jenis.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Andry Hamida, Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning, Nikita Dompas, Producer & Music Director, dan Golda Siregar, Sebior Consultang at Power Character.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 2 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *