• Homepage
  • >
  • Nasional
  • >
  • Pendopo Living World Gelar Festival Indonesia Timur dengan Berbagai Macam Produk

Pendopo Living World Gelar Festival Indonesia Timur dengan Berbagai Macam Produk

  • Dodo
  • 4 Agustus 2018
  • 0

Tangerang,eksekutif.id – Pendopo menghadirkan Festival Indonesia Timur,mengangkat kekayaan hasil karya daerah Nusa Tenggara Timur dan Papua melalui ragam produk serta rangkaian acara menarik yang berlangsung hingga 31 Agustus 2018 di Pendopo Living World Alam Sutera-Tangsel.

Pendopo merupakan bagian dari Kawan Lama Grup, sejak dibuka tujuh tahun lalu.

Pendopo berkomitmen untuk terus melestarikan budaya Indonesia melalui rangkaian produk lokal berkualitas, serta berbagai kegiatan rutin.

Pendopo menjadi satu-satunya retailer yang mengangkat tema Indonesia Timur dan menampilkan kekayaan budaya suku Kamoro dari pesisir selatan Papua, mulai dari tenun yang bisa digunakan sehari-hari hingga ukiran yang bisa mempercantik ruangan.

Luluk Intarti selaku Pendiri Yayasan Maramowe menjelaskan, “Kami sangat mengapresiasi dukungan Pendopo untuk terus melestarikan budaya,khususnya suku Kamoro yang sejalan dengan misi kami ,agar masyarakat luas dapat mengenal lebih dekat seni budaya Indonesia Timur.”

“Kami berharap Pendopo dapat terus menjaga nilai –nilai kearifan lokal melalui beragam produk dan kegiatan yang berkualitas,” ujar Luluk saat konferensi pers berlangsung kepada eksekutif, Jumat (03/08).

Sepanjang Agustus, Pendopo menampilkan kerajinan hasil karya tangan anak negeri, khususnya tenun dan ukiran khas Nusa Tenggara Timur dan Papua.

Pelanggan bisa melihat langsung keunikan tenun Sumba yang terletak pada motif khasnya yaitu corak manusia,hewan, atau tumbuh-tumbuhan, juga tenun Flores yang memiliki ragam hias geometris dengan aneka warna yang cerah dan mencolok.

Kain tenun yang dihadirkan dibuat dengan teknik yang masih sangat tradisional melalui proses manual yang lama dan panjang.

Untuk menghasilkan selembar kain tenun memerlukan waktu 3 sampai 6 bulan karena seluruh prosesnya dilakukan secara manual terutama pada saat pemberian warna yang menggunakan tumbuh-tumbuhan alami yang hanya tumbuh di musim tertentu.

Selain beraneka tenun , beragam jenis hasil budaya lain juga dihadirkan terutama : dari suku Kamoro yang dalam kesehariannya membuat berbagai jenis ukuran dari berbagai materi mulai dari kayu, bambu, hingga tulang hewan untuk beragam keperluan.

Misalnya Yamate yang awalnya berfungsi sebagai alat menari dan juga perisai, kini berubah fungsi menjadi dekorasi penghias dinding, atau Eme yaitu alat musik tradisional yang terbuat dari batang pohon utuh. Hasil karya lainnya yang tak kalah menarik yaitu perahu dengan ornament berbentuk kepala manusia.

baca juga: majalah eksekutif terbaru

Liputan lain, klik ini: MATRA edisi terbaru soal Pendopo

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klik aja

Translate »