Pengguna Internet di Indonesia Bertambah 27 Juta Orang Selama Pandemi, Ketahui Bahaya Ancaman Kejahatan Digital

  • Whatsapp


JAKARTA,– Budaya digital diartikan sebuah konsep yang menggambarkan bagaimana teknologi dan internet membentuk cara kita berinteraksi sebagai manusia. Yakni mulai dari berperilaku, berpikir, dan berkomunikasi dalam masyarakat.

Saat ini berbagai topik dalam konteks budaya digital tengah marak diperbincangkan, di antaranya media sosial, digital media, big data, hingga bisnis online. Semua topik tersebut bila dikerucutkan menjadi satu tema besar yaitu hubungan antara manusia dan teknologi.

Data Social-Hootsuite pada Januari 2021 mengungkapkan pengguna internet di Indonesia tumbuh 15,5% atau sebesar 27 juta orang selama pandemi. Sementara pengguna media sosial aktif ikut tumbuh 6,3% atau 10 juta orang.

“Lebih dari 8 jam hidup kita warga Indonesia berinternet jadi memang budaya digital sudah jadi bagian hidup kita. Tapi bagaimana budaya digital kita pasca pandemi?” kata Penulis dan Aktivis Literasi, Febi Indriani, saat webinar Literasi Digital wilayah Jawa Barat I Kota Bekasi, Senin (14/6/2021).

Febi melanjutkan, komunikasi melalui platform digital terjadi langsung, meski terintermediasi. Bahkan tiap orang bisa turut memengaruhi hari orang lain, walaupun tidak kenal. Berbeda dengan komunikasi langsung, komunikasi digital dilakukan dengan huruf, emoji, gambar, foto, grafik, musik dan jenis lainnya. Karena itu pastikan bahwa setiap orang berhati-hati agar menggunakannya dengan tepat.

“Jadikan interaksi sosial melalui platform digital mempermudah kita memberikan apresiasi kepada pihak lain yang menurut kita telah menyumbang hal positif,” kata Febi lagi.

Namun ada banyak hal yang mesti diwaspadai hal-hal yang mungkin saja justru merugikan. Misalnya justru memfasilitasi perilaku clickbaik karena cari perhatian, serta anonimitas interaksi digital yang bisa mengarah pada mentalitas yang buruk, serta kecemasan yang muncul akibat sosial media.

Menyikapi hal ini, menurut Febi, tentunya sebagai bangsa yang berbudaya harus bisa lebih kritis di dunia digital. Seperti tidak langsung percaya pada informasi yang ada, serta menjaga sikap dengan berkata-kata santun, tidak memaki, maupun provokasi saat menyampaikan kritik. Sebab bahayanya rekam digital itu nyata dan perlu berhati-hati.

Senada dengan Febi, nara sumber lainnya seorang Penggiat Literasi Digital, Maman Suherman, mengungkapkan bila sosial media digunakan dengan baik dan benar maka akan menghasilkan uang dan menjadi berkat buat orang banyak. Namun memang persoalan etik dan hukum bisa saja terjadi saat seseorang tidak bisa bijak saat menggunakan media sosial. Bisa jadi suatu informasi ternyata hoax, karena itu sebelumnya cari tahu dulu.

Webinar Literasi Digital di Jawa Barat I, Kota Bekasi merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Pada webinar kali ini juga hadir nara sumber lainnya yaitu Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia Dino Hamid dan Wakil Kepala Sekolah SMAN 70 Jakarta Desi Purnama. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 16 kali dilihat,  16 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *